Situs kekayaan global, Forbes, secara berkala memperbarui daftar individu terkaya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pembaruan ini mencakup nilai kekayaan bersih dan peringkat individu yang terkonfirmasi, dengan pemantauan harian terhadap pergerakan pasar saham, nilai perusahaan, dan industri terkait.
Nilai kepemilikan saham publik individu diperbarui setiap lima menit saat pasar saham beroperasi, dengan penundaan 15 menit untuk harga saham. Sementara itu, kekayaan individu yang sangat bergantung pada perusahaan swasta akan diperbarui sekali sehari. Jika saham perusahaan swasta menyumbang 20 persen atau lebih dari total kekayaan bersih, nilai perusahaan akan disesuaikan berdasarkan indeks pasar spesifik industri atau wilayah, dengan data disediakan oleh FactSet Research Systems.
Empat Perempuan Terkaya di Indonesia Versi Forbes
Per April 2026, empat perempuan terkaya di Indonesia versi Forbes bergerak di sektor industri yang beragam, mulai dari pusat data, batu bara, hingga minyak sawit. Marina Budiman menduduki posisi teratas dengan kekayaan mencapai 6 miliar dollar AS atau setara Rp 102,88 triliun.
Jumlah kekayaan Marina Budiman ini melampaui perempuan terkaya di Singapura dan Malaysia. April Goh dari Singapura tercatat memiliki kekayaan 3,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 60,01 triliun), sementara Lilian Teh Li Ming dari Malaysia memiliki kekayaan 2 miliar dollar AS (Rp 34,29 triliun).
Rincian Daftar Perempuan Terkaya di Indonesia (per Selasa, 21 April 2026 Sore):
-
Marina Budiman
- Total Kekayaan: 6 miliar dollar AS (Rp 102,88 triliun)
- Peringkat Dunia: 694
- Industri: Pusat Data
Marina Budiman adalah salah satu pendiri dan komisaris utama DCI Indonesia, perusahaan pusat data yang ia dirikan pada tahun 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia. Pengalamannya di industri teknologi informasi dimulai sejak 1985 di Bank Bali, dilanjutkan di Sigma Cipta Caraka pada 1989. Ia juga merupakan pendiri Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia pada 1994. Saham Marina dan para pendiri DCI dijual pada tahun 2023.
-
Dewi KamAdvertisement
- Total Kekayaan: 3,2 miliar dollar AS (Rp 54,87 triliun)
- Peringkat Dunia: 1336
- Industri: Batu Bara
Sebagian besar kekayaan Dewi Kam berasal dari kepemilikan saham minoritas di Bayan Resources, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume penjualan. Ia juga memiliki keterlibatan dalam pembangunan dan operasional pembangkit listrik.
-
Wirastuty Fangiono
- Total Kekayaan: 1,6 miliar dollar AS (Rp 27,43 triliun)
- Peringkat Dunia: 2496
- Industri: Minyak Sawit
Wirastuty Fangiono memimpin FAP Agri, perusahaan kelapa sawit yang melakukan penawaran umum perdana di Indonesia pada 2021. Perusahaan yang didirikan pada 1994 ini mengelola konsesi perkebunan kelapa sawit seluas lebih dari 110.000 hektar di seluruh Indonesia. Ia juga memiliki saham di First Resources, perusahaan kelapa sawit terdaftar di bursa Singapura yang dipimpin oleh adiknya, Ciliandra.
-
Hartati Murdaya
- Total Kekayaan: 1,2 miliar dollar AS (Rp 20,57 triliun)
- Peringkat Dunia: 3065
- Industri: Terdiversifikasi
Hartati Murdaya menjabat sebagai direktur utama Central Cipta Murdaya, perusahaan yang ia dirikan bersama mendiang suaminya, Murdaya Poo, yang meninggal pada April 2025 di usia 84 tahun. Perusahaan ini memiliki investasi di sektor teknik, teknologi informasi, kelapa sawit, dan papan lapis. Jakarta International Expo, yang dimiliki perusahaan ini, merupakan salah satu pusat konvensi terbesar di Jakarta. Hartati juga memegang saham signifikan di pengembang properti Metropolitan Kentjana, di mana ia bersama keempat anaknya duduk di dewan direksi.






