Hype

Mantan ART yang Gugat Kylie Jenner Mengaku Alami Stres Berat dan Tuntut Kompensasi

Advertisement

Mantan asisten rumah tangga (ART) Kylie Jenner, Angelica Vasquez, menggugat bintang reality show ternama itu atas dugaan perlakuan diskriminatif dan pelecehan selama bekerja di kediamannya di Hidden Hills, California. Vasquez mengklaim mengalami stres berat dan menuntut kompensasi atas berbagai kerugian yang dialaminya.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh E! News pada Selasa (21/4/2026), Vasquez, yang merupakan warga negara El Salvador, bekerja untuk Jenner dari September 2024 hingga Agustus 2025. Selama periode tersebut, ia mengaku kerap diberikan tugas-tugas terberat dan tidak diinginkan, dikucilkan dari tim kebersihan, serta dipermalukan di hadapan rekan kerja karena ras, asal negara, dan agamanya.

Perlakuan Diskriminatif dan Intimidasi

Gugatan tersebut juga merinci adanya intimidasi dan perlakuan merendahkan yang berlangsung secara terus-menerus. Situasi ini disebut semakin memburuk ketika Vasquez mencoba menyuarakan keluhannya. Alih-alih mendapatkan perhatian, ia justru mengaku menghadapi konsekuensi yang lebih berat.

Vasquez mengklaim penambahan beban kerja, pengurangan jam kerja, tuduhan palsu, peringatan disipliner, serta perlakuan verbal dan fisik yang bersifat bermusuhan. Puncak dari perlakuan ini terjadi pada Maret 2025, ketika seorang atasan yang tidak disebutkan namanya dilaporkan melemparkan gantungan baju ke arah kakinya saat memarahinya.

Dampak Psikologis dan Pengunduran Diri

Akibat kondisi kerja yang dialaminya, Vasquez mengaku mengalami kecemasan, stres berat, dan gejala yang mengarah pada gangguan stres pascatrauma (PTSD). Hal ini membuatnya terpaksa mengambil cuti medis pada Juli 2025.

Namun, setelah kembali bekerja, situasi permusuhan tersebut diklaim tidak berubah. Tekanan yang terus-menerus ini akhirnya mendorong Vasquez untuk memutuskan mengundurkan diri pada Agustus 2025.

Advertisement

Tuntutan dan Pihak Tergugat

Penting untuk dicatat, gugatan ini tidak secara langsung mengaitkan perlakuan tersebut dengan Kylie Jenner secara pribadi. Pendiri Kylie Cosmetics berusia 28 tahun ini tercatat sebagai salah satu tergugat bersama dua perusahaan berbentuk LLC dan 25 individu lain yang identitasnya belum terungkap.

Selain ganti rugi atas perlakuan diskriminatif, Vasquez juga menuntut pembayaran upah yang belum dibayarkan, premi waktu istirahat dan makan, penggantian biaya bisnis, cuti sakit, serta kompensasi lain yang diklaim ditahan secara tidak sah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kylie Jenner belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan yang diajukan mantan ART-nya tersebut.

Sumber: http://www.kompas.com/hype/read/2026/04/22/090926166/mantan-art-yang-gugat-kylie-jenner-mengaku-alami-stres-berat-dan-tuntut

Advertisement