Dee Hsu, adik dari aktris Barbie Hsu, mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas kepergian sang kakak. Dalam sebuah rekaman acara varietas yang ditayangkan pada 20 April 2026, Dee mengaku merasa bersalah karena ide perjalanan keluarga ke Jepang lah yang akhirnya berujung pada tragedi.
Perjalanan tersebut, menurut Dee, merupakan inisiatifnya. Sang ibu awalnya menentang rencana itu karena pertimbangan biaya yang tinggi. Barbie, yang biasanya cenderung menolak ide-ide adiknya, justru kali ini menyetujuinya. Dee kala itu bersikeras ingin menciptakan kenangan keluarga yang bahagia.
Namun, kini Dee dihantui pikiran, “Seandainya kita mendengarkan ibu dan tidak pergi, tragedi ini mungkin tidak akan terjadi.” Perasaan bersalah ini juga disadari oleh ibu mereka, yang terus berusaha meyakinkan Dee bahwa itu bukanlah kesalahannya.
“Ibuku pernah bilang aku tidak boleh berpikir seperti itu, tapi jauh di lubuk hatiku, aku masih menyimpan rasa bersalah yang mendalam,” ungkap Dee, menunjukkan kesedihan dan penyesalannya yang belum terobati.
Media Hong Kong, HK01, melaporkan bahwa pasca kejadian tersebut, Dee mulai mengonsumsi alkohol secara berlebihan hingga hampir tidak mengingat detail kehidupannya. Ia bahkan pernah menangis dan berteriak di rumah, membuat putrinya ketakutan. “Saat itu saya berpikir bahwa saya tidak bisa bersikap seperti ini di depan putri saya,” tuturnya.
Profil dan Kronologi Meninggalnya Barbie Hsu
Barbie Hsu dikenal luas publik berkat perannya dalam drama idola Taiwan, termasuk serial populer “Meteor Garden”. Ia dimakamkan di Pemakaman Chin Pao San di New Taipei. Barbie meninggalkan suami, penyanyi dan DJ Koo Jun Yup, serta dua orang anak dari pernikahan sebelumnya dengan Wang Xiaofei.
Kronologi meninggalnya Barbie Hsu berawal dari rencana liburan keluarga ke Jepang untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Di sana, Barbie terjangkit influenza yang kemudian berkembang menjadi pneumonia. Ia sempat menjalani perawatan medis intensif setelah kondisinya memburuk. Sayangnya, kesehatan Barbie terus menurun hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada 3 Februari 2025.






