Global

Diluncurkan Mei 2026, Ini Mekanisme Sistem Peringatan Darurat di Ponsel Warga Singapura

Advertisement

Singapura akan segera memiliki sistem peringatan darurat massal yang terintegrasi langsung ke ponsel warganya. Sistem bernama SG Alert ini dijadwalkan diluncurkan pada awal Mei 2026, memungkinkan pemerintah menyampaikan informasi penting secara cepat dan efektif kepada publik.

SG Alert merupakan hasil kolaborasi antara Home Team Science and Technology Agency (GTX), Infocomm Media Development Authority (IMDA), dan Singtel. Sistem ini dirancang untuk memberikan notifikasi segera mengenai peristiwa genting seperti kebakaran besar, ancaman teror, dan berbagai bahaya lainnya.

Salah satu keunggulan utama SG Alert adalah kemampuannya untuk menembus kepadatan lalu lintas jaringan dan bahkan mengabaikan pengaturan mode senyap pada ponsel. Hal ini memastikan pesan peringatan dapat diterima oleh semua orang, terlepas dari kondisi jaringan atau preferensi notifikasi pribadi mereka.

Mekanisme Kerja SG Alert

Teknologi di balik SG Alert menggunakan standar siaran seluler internasional. Sistem ini memungkinkan pengiriman beberapa pesan secara simultan melalui jaringan seluler lokal tanpa memerlukan pengumpulan data pribadi pengguna. Pemberitahuan SG Alert beroperasi secara independen dari layanan data seluler, menjamin pengiriman pesan tetap lancar bahkan saat terjadi lonjakan permintaan atau kemacetan jaringan.

“Dengan memungkinkan pemberitahuan disiarkan ke seluruh wilayah Singapura atau di zona geografis tertentu, sistem ini memperkuat kerangka kerja komunikasi darurat Singapura melalui jangkauan seluler yang aman, cepat, dan andal,” bunyi pernyataan otoritas terkait.

Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan untuk menerima peringatan SG Alert. Notifikasi akan muncul sebagai pop-up di layar ponsel, dilengkapi dengan nada peringatan khusus dan pola getaran yang unik, dengan durasi hingga 10 detik. Pesan peringatan akan disajikan dalam bahasa Inggris secara default, namun akan menyesuaikan dengan pengaturan bahasa yang dipilih oleh pengguna ponsel.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menjelaskan bahwa peringatan dapat dikirimkan ke seluruh wilayah pulau atau hanya ke zona geografis tertentu yang terdampak. Isi peringatan akan mencakup deskripsi singkat kejadian, lokasi yang terkena dampak, langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil, serta tautan ke sumber informasi resmi.

Advertisement

Perlu dicatat, beberapa pengguna ponsel model lama mungkin akan menerima notifikasi dengan judul “Presidential Alert” alih-alih “SG Alert” karena keterbatasan kompatibilitas. Meskipun judulnya berbeda, informasi yang disampaikan akan tetap sama.

Peluncuran Bertahap

SG Alert akan diperkenalkan secara bertahap kepada pengguna ponsel, bergantung pada penyedia layanan mereka. Mulai Mei 2026, pengguna Singtel akan menjadi yang pertama merasakan sistem ini. Selanjutnya, pada akhir tahun 2026, layanan ini akan diperluas kepada pengguna StarHub.

Penerapan SG Alert direncanakan akan mencakup pengguna M1 dan Simba pada pertengahan 2027. Untuk memastikan kinerja sistem berjalan optimal, SCDF akan menggelar uji coba publik di seluruh Singapura pada 10 Mei 2026 pukul 12 siang, yang akan melibatkan pengguna Singtel. Informasi lebih lanjut mengenai uji coba ini akan diumumkan menjelang tanggal pelaksanaan.

SG Alert ini melengkapi platform komunikasi darurat yang sudah ada di Singapura, termasuk Public Warning System, siaran televisi dan radio, media sosial, serta aplikasi seluler SGSecure.

“Pada saat terjadi keadaan darurat, pemberitahuan kepada masyarakat yang jelas dan ringkas sangatlah penting,” ujar Komisaris Asisten Senior Alan Chow, Direktur Senior Departemen Operasi. “SG Alert akan memungkinkan SCDF untuk memberikan informasi yang jelas dan ringkas kepada masyarakat yang terdampak selama keadaan darurat apa pun.”

Sumber: http://www.kompas.com/global/read/2026/04/21/203000870/diluncurkan-mei-2026-ini-mekanisme-sistem-peringatan-darurat-di-ponsel

Advertisement