Regional

Pesan Jokowi ke Mayor Windra Sanur Usai 8 Tahun Jadi “Perisai Hidup”

Advertisement

SOLO, KOMPAS.com – Setelah hampir delapan tahun mengabdikan diri sebagai “perisai hidup” bagi Presiden Joko Widodo, Mayor Inf Windra Sanur resmi mengakhiri tugasnya di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ia akan melanjutkan karier militernya sebagai Komandan Distrik Militer (Kasdim) 0510/Tigaraksa di Kabupaten Tangerang.

Momen perpisahan haru antara Mayor Windra dan Presiden Jokowi berlangsung di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (21/4/2026). Dalam kesempatan itu, Windra tidak datang sendiri, melainkan didampingi sang istri untuk menyampaikan pamit secara langsung.

Perubahan seragam dinas TNI yang dikenakan Windra, kini berwarna sage green, turut menjadi perhatian dalam momen perpisahan tersebut.

Momen Perpisahan yang Emosional

Meski kesehariannya berada dalam lingkaran pengamanan presiden, Mayor Windra tetap menjalani proses perpisahan layaknya masyarakat umum. Ia bersama istrinya terlihat mengantre untuk dapat berfoto bersama Presiden Jokowi sebelum akhirnya menyampaikan salam perpisahan.

Setelah sesi foto, keduanya duduk berdampingan dengan Jokowi. “Pamit dulu, Pak,” ujar Mayor Windra kepada Presiden, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa.

“Nggih (ya), hati-hati,” jawab Presiden Jokowi, memberikan restu sekaligus perhatian kepada prajuritnya yang akan bertugas di tempat baru.

Sejumlah personel Paspampres yang bertugas saat itu turut memberikan penghormatan dengan menyalami Windra sebagai tanda perpisahan. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi sempat menyoroti seragam dinas TNI AD berwarna hijau keabu-abuan yang dikenakan Windra.

“Baru kali ini pakai baju dinas katanya,” tutur Mayor Windra menirukan ucapan Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar Windra dapat memperluas pengalamannya di luar lingkungan Paspampres.

Pesan Presiden untuk Karier Baru

Mayor Windra Sanur mengungkapkan bahwa pesan dari Presiden Jokowi sangat jelas terkait penunjukannya sebagai Kasdim Tigaraksa. Presiden meminta Windra untuk terus belajar dan mencari pengalaman baru.

Advertisement

“Beliau sudah menyampaikan harus belajar di luar nyari ilmu dulu,” kata Windra.

Ia menambahkan, “Ya cari pengalaman. Karena saya dinas di Kopassus, Paspampres, dan baru kali ini ke teritorial.” Windra sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen 4 Grup D Paspampres.

Pengalaman mendampingi Presiden Jokowi selama hampir delapan tahun, sejak periode kedua, telah membentuk ikatan emosional yang kuat bagi Windra. Ia telah melewati berbagai jenjang kepangkatan bersama Presiden, dari Letnan Satu, Kapten, hingga Mayor.

“Pastilah. Sudah pasti itu. Hampir delapan tahun sama beliau sejak periode kedua. (Dari) saya Letnan Satu, Kapten sampai Mayor sama beliau makanya dari beliau diperintah untuk belajar di luar, cari pengalaman,” ungkapnya dengan nada haru.

Profil Singkat Mayor Inf Windra Sanur

Mengutip pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Mayor Inf Windra Sanur memiliki rekam jejak militer yang mumpuni. Sebelum ditunjuk sebagai Kasdim Tigaraksa, ia menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen 4 Grup D Paspampres.

Selama bertugas, Windra dikenal sebagai prajurit yang mengawal presiden dari jarak dekat. Ia juga memiliki keahlian menembak yang luar biasa, berkat pendidikannya sebagai penembak runduk (sniper) Kopassus selama dua bulan di Batujajar pada tahun 1999.

Pengalamannya sebagai sniper pernah ditugaskan di wilayah Ambon. Selain itu, Windra juga aktif dalam olahraga bela diri judo. Prestasinya di bidang judo tidak hanya mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan, tetapi juga sertifikasi sebagai wasit judo internasional.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/22/060000878/pesan-jokowi-ke-mayor-windra-sanur-usai-8-tahun-jadi-perisai-hidup-

Advertisement