Global

Sempat Batal, Negosiasi Kedua AS-Iran Mungkin Digelar dalam 3 Hari ke Depan

Advertisement

WASHINGTON DC — Perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi digelar dalam 36 hingga 72 jam ke depan, demikian mengindikasikan sejumlah sumber di Pakistan. Kemungkinan ini disambut Presiden AS Donald Trump dengan pernyataan singkat, “Itu mungkin,” melalui pesan teks kepada The New York Post, Rabu (22/4/2026).

Sinyal dilanjutkannya upaya diplomasi ini muncul setelah pertemuan yang sempat dijadwalkan di Pakistan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu, batal terlaksana.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat. Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang bagi Teheran dalam merumuskan proposal perdamaian.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan tetap siap dalam segala hal, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara,” ujar Trump dalam unggahan di media sosial.

Langkah perpanjangan gencatan senjata ini, menurut Trump, merupakan permintaan dari mediator Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sharif berharap kedua belah pihak dapat memanfaatkan momentum ini untuk mencapai kesepakatan damai yang permanen.

“Saya dengan tulus berharap kedua pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyelesaikan ‘Kesepakatan Damai’ komprehensif dalam putaran kedua perundingan di Islamabad,” kata Sharif.

Namun, di tengah perpanjangan gencatan senjata tersebut, blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan tetap berlanjut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai tindakan tersebut sebagai “tindakan perang” dan bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Advertisement

“Iran tahu bagaimana menetralkan pembatasan, bagaimana mempertahankan kepentingannya, dan bagaimana melawan intimidasi,” tegas Araghchi.

Perpecahan Internal Iran Jadi Penghambat

Kelanjutan perundingan kini sangat bergantung pada kemampuan Iran untuk menyatukan posisi internalnya. Seorang analis urusan strategis menilai negosiasi tidak akan dapat berlanjut tanpa adanya satu proposal tunggal yang merepresentasikan seluruh elemen kepemimpinan Iran.

“Setiap perundingan damai pada titik ini secara efektif akan bergantung pada Iran yang memberikan respons terpadu,” ujar analis tersebut. Ia menambahkan, “Posisi AS adalah tidak ada negosiasi lebih lanjut sampai Teheran menghasilkan satu tawaran yang benar-benar mewakili konsensus kepemimpinan mereka.”

Menurut analis itu, fase negosiasi saat ini praktis tertunda. “Itulah sebabnya fase saat ini pada dasarnya tertunda sampai Iran dapat mengonsolidasikan posisinya menjadi satu posisi negosiasi,” katanya.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2026/04/22/222656770/sempat-batal-negosiasi-kedua-as-iran-mungkin-digelar-dalam-3-hari-ke

Advertisement