Global

Vietnam dan Korea Selatan Sepakat Kerja Sama Kembangkan Tenaga Nuklir

Advertisement

HANOI, Indonesia — Vietnam dan Korea Selatan secara resmi mempererat hubungan kerja sama melalui penandatanganan kesepakatan teknologi dan tenaga nuklir pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini diambil menyusul pertemuan antara pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Hanoi, yang fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Kesepakatan ini menegaskan posisi Korea Selatan sebagai salah satu mitra strategis terpenting Vietnam. Negeri ginseng tersebut merupakan sumber investasi asing terbesar bagi Vietnam, dengan nilai perdagangan bilateral yang tahun lalu mencapai lebih dari 90 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.549 triliun. Kunjungan Presiden Lee Jae Myung ke Hanoi dipandang sebagai sinyal kepercayaan politik yang tinggi antara kedua negara, sebagaimana diungkapkan oleh To Lam dalam pertemuan di istana kepresidenan.

“Vietnam menyambut perusahaan Korea Selatan untuk melakukan investasi baru dan memperluas proyek yang ada, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, smart city, semikonduktor, pusat data AI, tenaga nuklir, dan smart port,” ujar To Lam, menggarisbawahi sektor-sektor prioritas dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

Pertemuan ini merupakan kali kedua bagi kedua pemimpin, setelah sebelumnya To Lam melakukan kunjungan ke Seoul pada Agustus 2025. Dalam konteks geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan persaingan teknologi yang kian intensif, Presiden Lee Jae Myung menyatakan harapannya agar kemitraan ini dapat menghasilkan pencapaian kuantitatif yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Fokus pada Inovasi dan Energi Terbarukan

Vietnam secara spesifik menginginkan peningkatan investasi Korea Selatan di berbagai sektor krusial, termasuk infrastruktur, manufaktur elektronik canggih, semikonduktor, kecerdasan buatan, serta energi terbarukan. Kesepakatan yang ditandatangani mencakup beberapa poin penting, di antaranya adalah kerangka kerja untuk “rencana induk kerja sama dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi” antara Vietnam dan Korea Selatan.

Selain itu, perjanjian lain juga menyentuh aspek kerja sama digital, perlindungan kekayaan intelektual, dan yang paling signifikan, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir. Inisiatif ini sejalan dengan ambisi Vietnam untuk keluar dari kategori negara berpendapatan menengah melalui adopsi model pertumbuhan baru yang mengutamakan inovasi digital dan teknologi.

Advertisement

Target ambisius telah ditetapkan oleh kedua negara, yaitu mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 150 miliar dollar AS atau sekira Rp 2.581 triliun pada tahun 2030.

Investasi Samsung sebagai Penggerak Ekonomi

Peran perusahaan-perusahaan Korea Selatan dalam perekonomian Vietnam sangatlah signifikan. Samsung, sebagai salah satu raksasa teknologi Korea Selatan, tercatat sebagai investor korporasi asing terbesar di Vietnam, dengan total investasi yang telah melampaui 23 miliar dollar AS (Rp 395 triliun), menurut data Kementerian Keuangan Vietnam.

Tren investasi ini diperkirakan akan terus berlanjut. Samsung Electronics sendiri dikabarkan berencana untuk menambah investasinya sebesar 4 miliar dollar AS (Rp 68 triliun) untuk pembangunan pabrik pengemasan chip di provinsi Thai Nguyen, bagian utara Vietnam.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2026/04/22/211639570/vietnam-dan-korea-selatan-sepakat-kerja-sama-kembangkan-tenaga-nuklir

Advertisement