Regional

Pramita Dewi, Srikandi Penjaga Keandalan Listrik dari Puncak Tower Flores

Advertisement

KUPANG, KOMPAS.com – Di tengah teriknya matahari di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seorang perempuan muda bernama Pramita Dewi (25) melangkah pasti menuju sebuah tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV milik PLN. Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, ia bersiap menaklukkan struktur baja setinggi kurang lebih 30 meter, sebuah pemandangan yang menunjukkan tekad kuatnya menjaga keandalan aliran listrik bagi masyarakat.

Pramita, yang merupakan teknisi pemeliharaan jaringan transmisi di Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Timur, telah bergabung dengan PLN sejak Desember 2023 setelah menyelesaikan pendidikan D3 Teknik Listrik. Wilayah kerjanya yang luas mencakup Maumere hingga Ende, Nagekeo, dan Ngada, menghadirkan tantangan tersendiri bagi pendatang baru seperti dirinya.

Sempat Diragukan, Tekad Membara

Perjalanan Pramita di dunia pemeliharaan jaringan transmisi tidak lepas dari keraguan awal. “Saat pertama kali masuk, banyak yang meragukan karena saya belum punya pengalaman memanjat tower,” kenangnya saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Pekerjaan yang identik dengan fisik berat dan risiko tinggi ini memang kerap dilekatkan pada laki-laki. Namun, rasa penasaran justru mendorong Pramita untuk membuktikan kemampuannya. “Saya sempat bertanya dalam hati, seperti apa rasanya memanjat tower? Dari situ saya ingin mencoba,” ujarnya.

Kesempatan itu akhirnya datang dengan pendampingan teknisi senior dan pembekalan prosedur keselamatan yang ketat. Pengalaman pertamanya memanjat tower memberinya rasa bangga luar biasa. “Rasanya bangga sekali. Saya bisa melewati ketakutan dan membuktikan bahwa saya mampu,” tuturnya.

Belajar dari Ketinggian, Bertarung dengan Alam

Sejak pengalaman pertama, Pramita semakin yakin dengan pilihannya. Dukungan dari PLN, khususnya UPT Kupang, memberinya ruang untuk berkembang, termasuk mengikuti pelatihan panjat tower bersertifikasi pada 2025. Pelatihan tersebut menekankan pentingnya keselamatan, ketelitian, dan kepatuhan terhadap prosedur. “Keselamatan itu nomor satu. Semua harus sesuai standar, tidak boleh ada yang diabaikan,” tegasnya.

Kini, memanjat tower setinggi 30 meter bukan lagi hal yang menakutkan. Proses pemeliharaan jaringan yang bisa berlangsung berjam-jam di bawah terik matahari atau angin kencang menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan Khas Flores

Bekerja di Pulau Flores menghadirkan tantangan geografis yang unik. Kontur wilayah berbukit membuat akses menuju tower seringkali tidak mudah, bahkan membutuhkan perjalanan kaki menembus medan terjal. Cuaca yang tidak terduga, seperti hujan dan angin kencang, juga menambah tingkat risiko pekerjaan.

“Cuaca ekstrem sering kami hadapi. Tapi dengan mitigasi risiko yang baik, kami tetap bisa bekerja dengan aman,” jelasnya.

Meskipun penuh tantangan, Pramita menemukan makna dalam setiap perjalanan. “Selalu ada cerita di setiap perjalanan ke lokasi. Itu yang membuat kami tetap semangat,” katanya.

Advertisement

Ia menyadari perannya yang berkontribusi langsung terhadap keandalan pasokan listrik. “Kami mungkin bekerja di balik layar, tapi kami bangga ketika listrik tetap menyala dengan baik,” ujarnya. Pramita juga memilih untuk turun langsung ke lapangan demi memahami prosesnya secara utuh. “Saya ingin tahu langsung prosesnya. Dari situ saya bisa belajar lebih banyak,” katanya.

Dukungan Institusi dan Harapan untuk Perempuan

Pramita merupakan anak pertama dari dua bersaudara, buah pernikahan Adi Merta S. dan Santi Dewi. Dukungan dari keluarga dan institusi, terutama PLN, membuatnya terus berkembang. “Saya merasa didukung untuk terus belajar dan berkembang,” katanya.

Ia berharap semakin banyak perempuan berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peran di berbagai bidang, termasuk ketenagalistrikan. “Saya ingin perempuan tidak merasa terbatas. Kesempatan itu ada, tinggal bagaimana kita berani mengambilnya,” ujarnya.

Pramita juga berharap para “Srikandi PLN” dapat terus diberi ruang untuk berkontribusi lebih luas, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam inovasi, perencanaan, hingga pelayanan masyarakat.

Representasi “Kartini Modern” di Sektor Energi

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menilai Pramita sebagai representasi nyata “Kartini modern” di sektor energi. Menurutnya, perempuan di PLN NTT kini semakin banyak mengambil peran strategis, mulai dari pemeliharaan pembangkit hingga pengawasan jaringan di medan berat.

“Perempuan di PLN bukan sekadar pelengkap, mereka adalah penggerak utama,” ujarnya.

Eko menegaskan kontribusi para Srikandi PLN sangat penting dalam menjaga keandalan listrik di wilayah kepulauan seperti NTT. Peran mereka mencakup tiga pilar utama: menjaga keandalan teknis infrastruktur, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan kepemimpinan berbasis empati. “Kami melihat langsung bagaimana mereka menembus batas, menaklukkan perbukitan, menyeberangi pulau, demi memastikan listrik sampai ke masyarakat,” kata Eko.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/22/223042178/pramita-dewi-srikandi-penjaga-keandalan-listrik-dari-puncak-tower-flores

Advertisement