Global

China Bantah Kapal yang Ditahan AS Berisi “Hadiah” untuk Iran

Advertisement

Beijing membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kapal yang ditahan oleh pasukan AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) berisi “hadiah” dari China untuk Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal kontainer asing dan Beijing menentang segala bentuk asosiasi serta spekulasi yang tidak berdasar.

Pernyataan ini dilontarkan sehari setelah Trump mengumumkan penahanan kapal berbendera Iran tersebut. Trump bahkan menyebut muatan kapal itu “tidak terlalu menyenangkan”. Ia mengaku sedikit terkejut dengan temuan tersebut, mengingat dirinya mengira telah mencapai pemahaman dengan Presiden China Xi Jinping.

Kecurigaan terhadap China mengemuka setelah mantan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menulis di platform X bahwa kapal tersebut berlayar dari China menuju Iran dan diduga terkait dengan pengiriman bahan kimia untuk rudal. Menanggapi tuduhan tersebut, Guo Jiakun menegaskan posisi China.

“Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu memberikan contoh yang baik dalam memenuhi kewajiban internasionalnya,” ujar Guo Jiakun saat ditanya mengenai komentar Trump, sebagaimana dilaporkan AFP.

Penahanan Kapal di Teluk Oman

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi penahanan kapal Touska yang sedang berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance dilaporkan melepaskan beberapa tembakan dari meriam kaliber lima inci untuk melumpuhkan sistem propulsi kapal tersebut.

Tindakan ini dilakukan setelah peringatan untuk mengosongkan ruang mesin kapal Touska, demikian disampaikan CENTCOM melalui unggahan di platform X.

Advertisement

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Selat tersebut praktis tertutup sejak dimulainya perang Iran.

Konteks Geopolitik

China sendiri merupakan mitra dekat Iran. Beijing sebelumnya telah menyatakan penentangannya terhadap serangan AS-Israel yang ditujukan kepada Iran, namun di sisi lain juga mengkritik serangan terhadap negara-negara Teluk dan menyerukan agar Selat Hormuz kembali dibuka.

Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat (17/4/2026) sebagai bentuk pengakuan atas gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah di Lebanon. Namun, sehari kemudian, Iran menutupnya kembali sebagai respons atas blokade yang dilakukan militer AS terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan Iran.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2026/04/22/201210170/china-bantah-kapal-yang-ditahan-as-berisi-hadiah-untuk-iran

Advertisement