Seorang anak buah kapal (ABK) asal Pandeglang, Banten, bernama Muhammad Yanto (58) meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung di atas kapal kargo MV Ocean Galaxy. Peristiwa tragis ini terjadi saat kapal tersebut melintas di perairan laut Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu (22/4/2026).
Kepala Kantor SAR Mamuju, Mahmud Afandi, menjelaskan bahwa kapal MV Ocean Galaxy sedang dalam perjalanan dari Australia menuju China. Korban dinyatakan meninggal dunia saat tim Basarnas dan tim medis tengah berupaya mengevakuasinya menuju rumah sakit di Kota Mamuju menggunakan KN SAR Parikesit.
“Kita sudah melakukan yang terbaik namun kemudian kondisi korban tidak bisa tertolong,” ujar Mahmud kepada wartawan di Mamuju, Rabu (22/4/2026) malam.
Menurut Mahmud, laporan mengenai kru kapal yang membutuhkan pertolongan medis akibat serangan jantung diterima oleh tim Basarnas sekitar pukul 12.16 Wita. Tim Basarnas bersama tenaga medis segera bergerak dan berhasil melakukan manuver sandar di lambung kiri MV Ocean Galaxy pada pukul 17.23 Wita.
Sekitar 20 menit kemudian, korban berhasil dievakuasi ke KN SAR Parikesit. Namun, kondisinya saat itu dilaporkan tidak stabil dan mengalami sesak napas. Diduga, kelelahan menjadi salah satu faktor penyebabnya, mengingat korban belum makan dan beristirahat sejak malam sebelumnya.
Selama proses evakuasi, tim medis dan rescuer telah memberikan penanganan awal, termasuk pemberian oksigen. Sayangnya, kondisi korban terus menurun hingga mengalami henti jantung.
“Setelah korban mengalami henti jantung, kita lakukan CPR (Resusitasi Jantung Paru) oleh tenaga medis,” tambah Mahmud.
Mahmud melanjutkan, upaya resusitasi jantung paru dihentikan oleh tim medis setelah korban tidak lagi menunjukkan tanda-tanda vital dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.14 Wita.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju setelah tim SAR bersandar di Lanal Mamuju pada pukul 20.10 Wita. Korban tiba di rumah sakit pada pukul 20.15 Wita.






