Properti

Stok Rumah Subsidi Melimpah, Baru 53.184 Unit Terjual

Advertisement

Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2026 masih jauh dari target. Hingga 22 April 2026, baru 53.184 unit rumah yang tersalurkan, dengan total nilai mencapai Rp 6,61 triliun. Angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan kuota yang disiapkan pemerintah sebanyak 350.000 unit rumah untuk tahun ini.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menekankan bahwa tingginya kebutuhan hunian masyarakat menjadi tantangan yang perlu diimbangi dari sisi pasokan. “Berdasarkan data demand pada sistem dan aplikasi kami, pada tahun 2025 banyak masyarakat yang menginginkan hunian. Tinggal dari sisi supply-nya juga perlu kita dorong untuk dapat memenuhinya, tahun 2026 ini pemerintah telah menyiapkan kembali kuota FLPP sebesar 350.000 unit rumah,” ujar Heru, dikutip Rabu (22/04/2026).

Tapera Mobile Permudah Pengajuan Rumah Subsidi

Untuk mengatasi kendala ini, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) meluncurkan aplikasi Tapera Mobile. Platform ini dirancang untuk mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mengajukan pembelian rumah subsidi.

Proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Tapera Mobile diawali dengan mengunduh aplikasi di Google Play Store atau App Store. Setelah itu, calon debitur perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan menyetujui syarat serta ketentuan untuk membuat akun.

Selanjutnya, pengguna akan menjalani verifikasi identitas melalui swafoto bersama KTP dan pengambilan gambar KTP. Sistem akan secara otomatis mengisi data dari KTP, yang kemudian perlu divalidasi sebelum disimpan. Tahap verifikasi wajah dilakukan dengan mengikuti instruksi gerakan dari aplikasi. Setelah itu, pengguna memasukkan nomor ponsel, membuat kata sandi, dan melakukan verifikasi melalui kode OTP yang dikirim via SMS.

Setelah registrasi berhasil, calon debitur dapat mencari rumah melalui fitur pencarian yang tersedia. Jika sudah menemukan rumah idaman, pengguna bisa melanjutkan dengan pengajuan KPR, mengecek ketersediaan subsidi, memilih bank penyalur, dan menentukan jadwal pertemuan.

Advertisement

Seluruh proses pengajuan selanjutnya dapat dipantau secara mandiri melalui fitur pelacakan status yang mencakup lima tahap: pengajuan pembiayaan, tindak lanjut, SP3K, penilaian kelayakan huni, dan akad. “Setelah bertemu dengan tim sales pihak bank, calon debitur dapat memantau proses pengajuan KPR secara mandiri. Jika masih bingung dengan alurnya, bisa buka informasi terkait Tapera Mobile di website tapera.go.id,” jelas Heru.

Integrasi Sistem dalam Satu Aplikasi

Keunggulan Tapera Mobile adalah kemampuannya mengintegrasikan berbagai layanan penting dalam satu platform. Hal ini menyusul migrasi layanan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) ke dalam Tapera Mobile.

Dengan integrasi ini, calon pembeli rumah subsidi tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi saat ingin melakukan pengajuan. “Tapera Mobile adalah integrasi antara Sikumbang dan Sikasep, sehingga dengan lebih memudahkan MBR untuk langsung ngecek rumahnya dalam satu aplikasi, enggak perlu pindah ke aplikasi yang lain,” ujar Heru kepada Kompas.com, Kamis (16/04/2026).

Migrasi layanan tersebut secara resmi berlaku sejak 13 April 2026, memberikan kemudahan akses dan efisiensi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi.

Sumber: http://www.kompas.com/properti/read/2026/04/22/220000421/stok-rumah-subsidi-melimpah-baru-53.184-unit-terjual

Advertisement