Properti

Sempat Kena Serpihan Drone Iran, Hotel Ikonik Dubai Tutup 18 Bulan

Advertisement

Hotel ikonik Dubai, Burj Al Arab, akan menjalani penutupan terpanjang sejak pembukaannya pada 1999. Fasilitas mewah ini dijadwalkan untuk direnovasi secara menyeluruh selama kurang lebih 18 bulan, sebuah langkah yang dikonfirmasi oleh seorang staf hotel pada Rabu (22/4/2026) seperti dilansir Reuters. Keputusan ini diambil di tengah tren perlambatan sektor pariwisata di kawasan Timur Tengah yang turut merasakan dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pemilik Burj Al Arab, Jumeirah, sebelumnya telah mengumumkan bahwa renovasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan durasi sekitar 18 bulan. Proyek ambisius ini akan dikomandoi oleh desainer interior ternama asal Paris, Tristan Auer. Meskipun begitu, dalam pernyataan resmi yang dirilis, Jumeirah tidak secara eksplisit menyatakan bahwa hotel akan ditutup total selama seluruh periode pengerjaan.

Seorang staf hotel yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa manajemen telah menyiapkan solusi bagi para tamu yang telah melakukan pemesanan. Pihak hotel akan menawarkan akomodasi alternatif di hotel-hotel terdekat yang berada di bawah naungan Jumeirah selama masa renovasi berlangsung. “Periode penutupan masih bisa berubah,” ungkap sumber tersebut, mengindikasikan adanya potensi fleksibilitas dalam jadwal.

Insiden Kena Serpihan Drone Iran

Bentuknya yang khas menyerupai layar kapal layar membuat Burj Al Arab mudah dikenali. Namun, pada awal Maret lalu, bangunan megah ini sempat mengalami kerusakan ringan. Insiden tersebut terjadi ketika puing-puing dari pencegatan serangan drone Iran menghantam fasad bangunan. Meski demikian, pihak hotel menegaskan bahwa renovasi besar-besaran yang akan dilakukan ini tidak berkaitan sama sekali dengan insiden tersebut.

“Pekerjaan yang telah lama direncanakan ini tidak terkait dengan insiden bulan Maret,”

Advertisement

tegas seorang karyawan hotel. Jumeirah, perusahaan induk yang berbasis di Uni Emirat Arab, juga tidak mengaitkan proyek renovasi ini dengan situasi konflik yang sedang memanas di kawasan tersebut.

Dampak Konflik Regional pada Pariwisata Dubai

Meskipun Dubai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata mewah paling populer di dunia, gejolak di kawasan regional tak pelak turut memberikan imbasnya. Gangguan pada sektor penerbangan yang memengaruhi Uni Emirat Arab dilaporkan menekan arus kedatangan wisatawan. Sejumlah grup hotel mewah pun telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi tekanan terhadap keuntungan perusahaan akibat melemahnya permintaan dari para pengunjung.

Penutupan sementara Burj Al Arab ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat statusnya sebagai salah satu landmark paling ikonik di Dubai dan aset unggulan dari Jumeirah. Keputusan renovasi ini diharapkan dapat mempertahankan daya tarik dan kualitas layanan hotel di tengah dinamika pariwisata global.

Sumber: http://www.kompas.com/properti/read/2026/04/22/204604321/sempat-kena-serpihan-drone-iran-hotel-ikonik-dubai-tutup-18-bulan

Advertisement