Lifestyle

Tekan Angka Kematian Ibu, POGI Luncurkan Gerakan SPRIN

Advertisement

JAKARTA, Indonesia – Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia, yang saat ini mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, mendorong Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan gerakan nasional bernama Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN). Inisiatif ini diluncurkan sebagai respons terhadap situasi darurat kesehatan perempuan di tanah air.

“Bahwa setiap satu jam, saat ini satu ibu wafat dalam proses hamil maupun proses persalinan,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, dalam konferensi pers di Rumah POGI Nasional, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

SPRIN: Strategi Menekan Kematian Ibu dan Ancaman Kesehatan Reproduksi

Gerakan SPRIN tidak hanya berfokus pada upaya menekan AKI, tetapi juga mengatasi ancaman kesehatan reproduksi lainnya. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kanker serviks, yang menurut data POGI, merenggut nyawa seorang perempuan setiap 25 menit.

Menghadapi beban ganda ini, transformasi layanan kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya perlindungan kesehatan perempuan sebagai investasi masa depan bangsa.

“Ibu yang kuat akan membesarkan anak-anak yang berkualitas, dan keluarga yang berkualitas adalah fondasi untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tegas Isyana.

Ironi Fasilitas Medis dan Keterlambatan Rujukan Jadi PR Utama

Sebuah ironi yang memprihatinkan terungkap dari fakta di lapangan: sekitar 80 persen kematian ibu justru terjadi di dalam fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit. Fenomena ini banyak dipicu oleh keterlambatan rujukan dari layanan primer, yang menyebabkan pasien tiba dalam kondisi kritis.

“Sebagian besar kemungkinan rujukannya terlambat, ya, kasusnya sudah tidak bagus, sudah berat,” kata dr. Budi, menjelaskan bahwa pendarahan hebat menjadi penyebab utama kematian yang memerlukan penanganan bedah emergensi dalam respons 30 menit.

Masalah ini diperparah oleh ketimpangan distribusi spesialis obstetri dan ginekologi di Indonesia. Jika Jakarta memiliki sekitar 1.000 dokter spesialis, wilayah seperti Papua hanya memiliki sekitar 30 hingga 40 dokter. Kesenjangan ini tentu saja berdampak pada kualitas dan kecepatan layanan.

Sepuluh Program Intervensi SPRIN untuk Pencegahan Dini

Untuk mencegah risiko kematian ibu sejak dini, POGI merumuskan sepuluh langkah strategis yang mencakup berbagai aspek. Intervensi dimulai dari hulu, seperti:

Advertisement

  • Pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.
  • Skrining anemia.
  • Pemberian suplementasi gizi sebelum menikah.

Program SPRIN juga mencakup pengawalan kehamilan, memastikan persalinan yang aman, pendampingan bagi perempuan menopause, hingga program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) nasional untuk mencegah kanker serviks.

Dengan mencegah anemia sejak remaja, risiko pendarahan hebat saat persalinan di kemudian hari dapat ditekan secara efektif. “Langkah yang dilakukan oleh POGI hari ini menunjukkan bahwa organisasi profesi memiliki peran yang sangat penting,” ujar Isyana.

Rumah Perempuan Indonesia: Pusat Inovasi demi Target SDG 2030

Sebagai bagian integral dari gerakan SPRIN, POGI juga mencanangkan Rumah Perempuan Indonesia (RPI). Fasilitas ini dirancang sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan yang akan menjadi tempat lahirnya berbagai ide pemecahan masalah kesehatan perempuan, pusat pelatihan, hingga pengembangan usaha rintisan di bidang kesehatan perempuan.

“Di sini lah, lahir ide-ide tentang bagaimana memecahkan masalah kesehatan reproduksi, pelatihan, pendidikan, dan startup,” jelas dr. Budi.

Gerakan SPRIN juga melibatkan kader-kader muda yang disebut sebagai “Sprinter”. Mereka bertugas membangun kesadaran publik melalui pendekatan modern seperti podcast dan pemanfaatan media sosial.

Seluruh rangkaian inisiatif ini memiliki tujuan ambisius untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) pada tahun 2030, yaitu menekan AKI hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Untuk memotivasi pemerintah daerah, POGI akan memberikan National SPRIN Award kepada wilayah yang dinilai paling inovatif dalam upaya menekan angka kematian ibu dan stunting. “Harapannya ini menjadi National SPRIN Award yang mudah-mudahan tidak kalah bergengsi dengan penghargaan Adipura,” pungkas dr. Budi.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/22/093500720/tekan-angka-kematian-ibu-pogi-luncurkan-gerakan-sprin

Advertisement