Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil langkah strategis dengan memberlakukan perkuliahan secara daring (online) bagi seluruh mahasiswanya selama sepuluh hari, terhitung mulai 21 hingga 30 April 2026. Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di lingkungan kampus.
Kebijakan peralihan metode belajar ini tertuang dalam surat pemberitahuan resmi nomor 8166/UN5.3.2.2/TM.00/2026 yang diterbitkan pada 7 April 2026. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran dekan fakultas, dari Fakultas Kedokteran hingga Fakultas Vokasi, serta unit kerja terkait di lingkungan USU.
Pihak universitas menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan respons untuk memastikan sarana dan prasarana kampus dapat terfokus sepenuhnya pada pelaksanaan seleksi nasional tanpa mengesampingkan hak akademik mahasiswa reguler. Fokus utama adalah mengoptimalkan penggunaan fasilitas kampus untuk kebutuhan UTBK-SNBT 2026.
Kuliah Daring di USU Mulai 21 April
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, menekankan pentingnya optimalisasi platform digital selama periode ujian yang intens tersebut.
“Sehubungan dengan pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 pada tanggal 21-30 April 2026, maka kegiatan pembelajaran/perkuliahan pada masing-masing fakultas/unit kerja disarankan/diutamakan dilaksanakan secara daring (online),”
tulis Poppy dalam dokumen yang telah ditandatangani secara elektronik tersebut, dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Antisipasi Kepadatan Kampus saat UTBK 2026
Selain masalah fasilitas, penetapan kuliah daring ini menjadi strategi utama USU untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas di area kampus. Sebagai agenda nasional, UTBK-SNBT 2026 akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Dengan membatasi aktivitas tatap muka mahasiswa reguler, diharapkan suasana ujian yang kondusif dan nyaman bagi calon mahasiswa baru dapat tercipta. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir kepadatan lalu lintas dan kerumunan di lingkungan kampus sehingga proses pengawasan ujian dapat berjalan lebih fokus dan terukur.
Meski dialihkan ke ruang digital, mahasiswa diharapkan tetap mengikuti jadwal perkuliahan sesuai arahan dosen pengampu melalui media pembelajaran daring yang berlaku di masing-masing fakultas.




