Edukasi

Kemendikti Kucurkan Rp1,7 Triliun untuk Danai 18.215 Proposal Riset

Advertisement

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk mendanai 18.215 proposal riset di lingkungan perguruan tinggi pada tahun 2026. Penandatanganan kontrak program pendanaan riset dan pengembangan tahun 2026 secara simbolis telah dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) di kantor Kemendikti Saintek, dengan melibatkan enam perwakilan penerima.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menekankan bahwa perguruan tinggi yang terpilih merupakan “pemenang”. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan juga amanah untuk menjadi perwakilan negara di tengah masyarakat.

“Maka kerja-kerja yang diharapkan oleh Kementerian, oleh Pak Dirjen ini adalah Bapak-Ibu menjadi orang yang berada di dalam ujung tombak dalam menyelesaikan problem-problem sosial yang sampai dengan saat ini sangat banyak dan kompleks dan memang memerlukan kehadiran Bapak dan Ibu sekalian, baik memelalui skema riset maupun melalui skema pengabdian masyarakat,” ujar Fauzan, di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat.

18.215 Proposal Terima Pendanaan

Enam perwakilan penerima dana tersebut berasal dari LLDIKTI Wilayah XIV, Universitas Syiah Kuala, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Telkom University, Politeknik Negeri Elektronika Surabaya, dan Universitas Gadjah Mada.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemendikti Saintek, Fauzan Adziman, mengungkapkan tingginya minat terhadap program pendanaan ini, dengan total 104.546 proposal yang diajukan. Tingkat keberhasilan proposal yang didanai mencapai 17,4 persen dari keseluruhan proposal yang masuk.

“Proposal yang didanai dari Rp 1,7 T ini adalah sebesar 18.215 proposal,” ungkap Fauzan Adziman.

Dana Riset Bersumber dari APBN

Menurut Dirjen Risbang, tingkat kompetisi untuk pendanaan riset, khususnya di bidang penelitian dan tidak termasuk pengabdian masyarakat serta hilirisasi, sangatlah tinggi. Tingkat kelulusan proposal penelitian pada tahun ini hanya sebesar 13 persen, menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 32 persen.

Advertisement

“Jadi, kalau ada tiga orang jalan bergandengan tangan, satu dapat dana gitu. Sekarang hampir 10 orang baru satu dapat dana,” tutur Fauzan Adziman, menggambarkan ketatnya persaingan.

Fauzan Adziman menegaskan bahwa alokasi dana sebesar Rp 1,7 triliun ini merupakan dana riset yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang akan disalurkan melalui sembilan program pendanaan.

Secara keseluruhan, total dana riset nasional yang tersedia mencapai Rp 8 triliun.

“Jadi dana riset kita berapa begitu? Kalau enggak salah di koran pernah ada atau di media Rp 8 triliun begitu ya. Jadi kalau Rp 8 triliun itu adalah dana riset Kemdiktisaintek dan dana riset BRIN digabungkan,” jelas Fauzan Adziman.

Sumber: http://www.kompas.com/edu/read/2026/04/21/190000271/kemendikti-kucurkan-rp1-7-triliun-untuk-danai-18.215-proposal-riset

Advertisement