Militer Iran menegaskan kesiagaan tempur penuh dan siap melancarkan serangan balasan jika Amerika Serikat kembali melakukan agresi. Pernyataan ini disampaikan menyusul apa yang disebut sebagai ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump dan para komandan militer AS.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pasukan Iran telah berada dalam kesiapan 100 persen dan siap bertindak kapan saja. “Pasukan kami yang mumpuni dan kuat telah lama berada dalam kondisi siaga penuh dan siap menarik pelatuk,” ujar Zolfaghari pada Selasa (21/4/2026), seperti dikutip dari Al Jazeera.
Ia menambahkan, apabila terjadi bentuk agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam Iran, militer Iran akan segera meluncurkan serangan kuat ke target-target yang telah ditentukan sebelumnya.
Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata
Pernyataan militer Iran ini muncul di tengah perkembangan terbaru terkait konflik kedua negara. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, hanya beberapa jam sebelum masa berlaku kesepakatan tersebut berakhir.
Langkah ini diambil untuk memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai antara kedua negara, yang bertujuan mengakhiri konflik selama tujuh pekan terakhir yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan mengguncang ekonomi global. Keputusan tersebut juga merupakan respons atas permintaan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan damai.
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menahan rencana serangan terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan Iran dapat menyepakati proposal bersama. Namun, belum ada kejelasan apakah Iran maupun sekutu AS, Israel, akan menyetujui perpanjangan gencatan senjata tersebut.
Trump juga menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, yang oleh Teheran dianggap sebagai tindakan perang.






