Pemerintah Italia memanggil Duta Besar Rusia di Roma, Alexey Paramonov, sebagai bentuk protes resmi atas pernyataan presenter televisi Rusia yang dinilai menghina Perdana Menteri Giorgia Meloni. Langkah diplomatik ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani melalui platform media sosial X pada Selasa, 21 Mei 2024.
Tajani menegaskan bahwa Italia melayangkan protes keras terhadap pernyataan yang dianggap sangat menyinggung tersebut. “Saya telah memanggil Duta Besar Rusia, Alexey Paramonov, ke Kementerian Luar Negeri untuk secara resmi memprotes pernyataan yang sangat serius dan ofensif yang dibuat oleh pembawa acara tv Vladimir Solovyov di televisi Rusia, terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni,” tulis Tajani, mengutip laporan AFP.
Serangan Verbal Vladimir Solovyov
Berdasarkan laporan media-media Italia, Solovyov melontarkan serangkaian makian dalam bahasa Italia saat siaran langsung. Ia menyebut Meloni sebagai “aib bagi umat manusia” dan “binatang buas”, serta menggunakan kata-kata lain yang dianggap tidak pantas.
Tak berhenti di situ, Solovyov kemudian beralih ke bahasa Rusia untuk melontarkan tuduhan bahwa Perdana Menteri Italia tersebut adalah sosok yang tidak setia. “Meloni ini adalah makhluk fasis yang mengkhianati pemilihnya. Dia bahkan mengkhianati (Presiden AS Donald) Trump,” ujar Solovyov.
Penghinaan yang dilayangkan oleh presenter Rusia ini sontak memicu gelombang solidaritas di dalam negeri Italia. Bahkan, partai-partai oposisi yang biasanya berseberangan dengan kebijakan pemerintah pun turut mengecam keras pernyataan tersebut.
Respons Tegas Perdana Menteri Meloni
Menanggapi serangan verbal yang dilancarkan, Perdana Menteri Giorgia Meloni menunjukkan sikap yang tenang namun tegas. Melalui unggahannya di media sosial, ia menegaskan bahwa propaganda semacam itu tidak akan mampu menggoyahkan kebijakan luar negeri Italia.
“Karikatur ini tentu tidak akan membuat kami mengubah arah,” tulis Meloni. Ia menambahkan bahwa fokus utamanya tetap pada kepentingan nasional.
“Kompas kami tetap satu: Kepentingan Italia. Kami akan terus mengikutinya dengan bangga, meskipun hal itu mengecewakan para propagandis di mana-mana,” tegasnya.
Ketegangan Diplomatik Berlanjut
Hubungan diplomatik antara Roma dan Moskwa dilaporkan terus menegang dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan ini dipicu oleh posisi kuat Italia yang mendukung Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung.
Selain itu, hubungan Meloni dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dulunya cukup hangat juga dikabarkan memburuk. Kerenggangan ini terjadi setelah Meloni secara terbuka membela Paus Leo XIV dari serangan verbal Trump.






