GUANGZHOU, KOMPAS.com – Sebuah pemandangan unik menyambut rombongan media Indonesia saat mengunjungi GAC Technology Museum di Guangzhou, China. Di tengah etalase kecanggihan teknologi dan visi masa depan dari GAC Group, terselip deretan mobil ikonik dari merek Jepang, seperti Toyota Camry Hybrid, Toyota Mirai, hingga Honda Accord.
Kehadiran jenama asal Negeri Sakura ini bukan sekadar pajangan. Museum yang dirancang sebagai etalase teknologi GAC Group ini justru menampilkan jejak sejarah panjang kolaborasi strategis antara GAC dengan prinsipal otomotif Jepang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menjelang gelaran Beijing Auto Show atau Auto China 2026, sebuah panggung global bagi inovasi otomotif dan teknologi manufaktur China.
Representasi Sejarah Kerjasama
Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa kehadiran mobil-mobil Jepang di museum ini merupakan representasi dari skema kerjasama yang menjadi syarat bagi merek asing untuk masuk ke pasar China di masa lalu.
“Jadi GAC memang awal masuk ke China mereka joint venture dengan Toyota dan Honda. Sehingga produk Toyota dan Honda yang dijual di China, perakitannya melalui fasilitas GAC di China,” ujar Iqbal di Guangzhou, Selasa (21/4/2026).
Jejak kerjasama ini, lanjutnya, sangat mudah ditemui di jalanan kota-kota besar di China, di mana identitas GAC tertempel jelas pada bodi mobil-mobil Jepang tersebut.
“Jadi makanya kalau kita lihat jalan-jalan di China itu, brand Toyota dan Honda pasti ada tulisan (GAC) Trumpchi di sebelah kiri,” katanya.
Berbagi Teknologi, Tetap Pertahankan DNA Masing-masing
Meskipun berada dalam satu payung fasilitas produksi, Iqbal menekankan bahwa secara teknis, masing-masing merek tetap mempertahankan DNA dan pengembangan sistemnya sendiri.
Kerjasama yang terjalin mencakup perakitan hingga pertukaran riset, namun implementasinya tetap bergantung pada basis kendaraan yang digunakan.
“Pastinya tidak hanya perakitan saja, sebab teknologi mereka juga joint venture dan sharing technology juga tapi tetap pengembangan masing-masing, Toyota punya sistemnya sendiri dan GAC punya sistem sendiri,” jelas Iqbal.
Sebagai contoh, teknologi baterai mobil listrik yang menjadi andalan GAC Group saat ini.
“Misalnya baterai kita (GAC) teknologinya pakai magazine battery itu memang dipakai untuk model-model GAC saja,” ujarnya.
“Jadi tergantung platform. Selama masih pakai platform dari GAC, teknologinya menganut ke GAC. Tapi kalau platform-nya Toyota seperti Camry, (Honda) Accord itu pakai platform mereka masing-masing,” tambahnya.
Kronologi Kemitraan
Berdasarkan data historis yang dipaparkan di museum, kolaborasi GAC dan Honda di China tercatat sudah dimulai sejak tahun 1998.
Momentum besar terjadi pada tahun 1999, di mana unit Honda Accord menjadi mobil pertama yang keluar dari lini produksi fasilitas kerja sama tersebut.
Sementara itu, kemitraan dengan Toyota menyusul beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2004. Hubungan ini bahkan berkembang dengan didirikannya GAC Toyota Engine Co Ltd.






