Otomotif

Mengapa Harga Jual Harley-Davidson di Indonesia Selangit?

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia memang terbilang fantastis, bahkan kerap kali membuat publik bertanya-tanya mengapa banderolnya bisa begitu tinggi jika dibandingkan dengan harga di negara lain. Dibalik tingginya harga tersebut, terdapat struktur perpajakan yang menjadi penentu utama lonjakan harga motor asal Amerika Serikat ini.

Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, menjelaskan bahwa komponen pajak memiliki kontribusi terbesar dalam pembentukan harga jual Harley-Davidson di Tanah Air. “Untuk komponen pajaknya sendiri ketika masuk Indonesia, walaupun biaya masuknya enggak ada, pajak barang mewahnya lebih tinggi daripada biaya masuk. PPNBM untuk motor di atas 500 cc itu 95 persen,” ujar Irvino di Jakarta, Selasa (20/4/2026).

Angka tersebut, menurut Irvino, membuat harga motor menjadi berlipat ganda. “Luxury tax-nya saja sudah membuat motornya sudah hampir dobel. Karena 95 persen pajak barang mewahnya masuk kepada semua motor di atas 500 cc,” tambahnya.

Tingginya tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ini secara signifikan menaikkan harga Harley-Davidson di Indonesia, bahkan bisa lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga di pasar internasional. Perbedaan ini semakin terasa jika dibandingkan dengan Thailand, negara yang menjadi basis produksi untuk beberapa model Harley-Davidson yang dipasarkan di Indonesia. Di Negeri Gajah Putih, motor dengan spesifikasi serupa umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau, bahkan bisa mencapai separuh dari harga di Indonesia.

“Jadi itu belum ada PPH, belum ada PPN. Jadi itu semua yang mengakumulasi harganya yang lebih dari dobel dari harga di luar,” jelas Irvino.

Advertisement

Rentang Harga dan Proses Administrasi

Di pasar Indonesia, model entry-level seperti Harley-Davidson Sportster S dan Harley-Davidson Nightster dibanderol mulai dari Rp 400 jutaan hingga Rp 600 jutaan. Sementara itu, untuk lini touring yang lebih premium, seperti Harley-Davidson Road Glide dan Harley-Davidson Street Glide, harganya bisa meroket hingga mencapai Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar.

Selain beban pajak yang berat, proses administrasi untuk kepemilikan Harley-Davidson di Indonesia juga turut memengaruhi pengalaman konsumen. Untuk unit yang sudah pernah terhomologasi sebelumnya, pengurusan dokumen kendaraan biasanya memakan waktu antara 1 hingga 3 bulan. Namun, untuk model-model baru yang belum pernah masuk ke Indonesia, proses perizinan dan sertifikasi dapat berlangsung lebih lama, yaitu hingga 3 hingga 6 bulan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2026/04/22/110200115/mengapa-harga-jual-harley-davidson-di-indonesia-selangit-

Advertisement