Kuasa hukum presenter Ruben Onsu, Minola Sebayang, membeberkan kronologi dugaan penipuan bisnis mukena yang merugikan kliennya hingga Rp 5,5 miliar. Kasus ini bermula sekitar tiga bulan sebelum bulan Ramadhan tahun ini, ketika Ruben dikenalkan oleh seorang teman kepada Philipus Suprihatin.
Philipus disebut menawarkan diri untuk menjadi perantara Ruben dengan sebuah perusahaan, PT Venteny Fortuna Indo, terkait rencana produksi mukena. “Philipus ini mengatakan bahwa dia bisa mengenalkan atau menjadi jembatan bagi Ruben dengan sebuah PT, nama PT-nya itu PT Venteny Fortuna Indo, berkaitan dengan rencana untuk memproduksi mukena,” ujar Minola di kantornya, Selasa (21/4/2026).
Menjelang momen Lebaran, Ruben Onsu tertarik dengan tawaran kerja sama tersebut dan menyepakati perjanjian bisnis bagi hasil dengan komposisi 60-40. Nilai kontrak yang disepakati diperkirakan mencapai Rp 5,5 miliar.
Dalam prosesnya, Philipus meminta sejumlah uang kepada Ruben dengan dalih untuk pembayaran uang muka kepada pabrik guna memulai produksi, serta biaya hiburan untuk mencari pabrik dengan harga dan bahan terbaik. Atas dasar kepercayaan karena dikenalkan oleh teman, Ruben pun berulang kali melakukan transfer dana ke dua rekening berbeda, yakni rekening pribadi Philipus dan rekening PT Venteny Fortuna Indo.
Namun, hingga Lebaran berlalu, mukena yang dijanjikan tidak pernah diproduksi. Minola menjelaskan bahwa uang yang ditransfer Ruben ke rekening PT ternyata tidak pernah diteruskan ke pabrik.
“Jangankan menambah modalnya, apa yang ditransferkan oleh Ruben pun ternyata tidak pernah diturunkan ke pabrik. Sehingga pabrik tidak bisa memproduksi mukena seperti apa yang diharapkan oleh Ruben,” kata Minola.
Kondisi ini disebut menyebabkan gangguan signifikan pada arus kas perusahaan Ruben. Lebih lanjut, upaya Ruben untuk menghubungi Philipus guna meminta pertanggungjawaban menemui jalan buntu karena nomor kontak Philipus tidak dapat dihubungi.
Kecurigaan Peran Ganda
Minola juga mengungkap adanya kecurigaan bahwa Philipus memainkan beberapa peran sekaligus dalam komunikasi dengan Ruben. Philipus diduga berpura-pura menjadi pihak admin PT untuk meyakinkan Ruben.
“Ruben curiga bahwa semua peran itu dimainkan oleh satu orang ini saja. Jadi peran PT, peran admin, peran dirinya sendiri itu semua dimainkan oleh orang yang gambarnya diposting di media sosialnya Ruben,” jelas Minola.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Ruben menemukan sejumlah laporan serupa dari pihak lain yang juga mengalami nasib serupa. Hal ini menimbulkan dugaan adanya sindikat jaringan yang terorganisir.
“Ada beberapa orang yang juga mengalami hal yang sama seperti dialami oleh Ruben. Memang ini sudah patut diduga suatu sindikat jaringan yang memang mereka piawai sekali,” ungkap Minola.
Upaya Penyelesaian
Meskipun telah menempuh langkah hukum, Minola menyebutkan bahwa Ruben Onsu masih membuka peluang untuk menyelesaikan kasus ini di luar jalur hukum.
Postingan yang sempat diunggah Ruben di media sosialnya, yang memuat foto Philipus, belakangan dihapus sendiri oleh Ruben. Langkah ini disebut sebagai upaya awal agar pihak yang diduga melakukan penipuan bersedia bertanggung jawab secara sukarela.
“Ruben ingin menempuh cara seperti ini dengan harapan orangnya mungkin khawatir, takut, merasa bersalah dan akhirnya menghubungi Ruben atau menghubungi saya, sehingga masalah ini bisa diselesaikan tanpa harus melalui pihak yang berwajib,” tutup Minola.






