Nasional

Puan: Lonjakan Harga Energi dan Kebutuhan Pokok Memberatkan Rakyat

Advertisement

JAKARTA, CNN Indonesia – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mendesak pemerintah untuk segera merumuskan langkah pengendalian dan mitigasi guna meredam dampak lonjakan harga energi dan kebutuhan pokok yang kian memberatkan masyarakat. Kenaikan harga ini disebut Puan merupakan imbas dari dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.

“Konflik geopolitik global mulai dirasakan dalam perekonomian nasional. Termasuk lonjakan harga energi dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat, terutama masyarakat dari kelompok ekonomi kecil,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).

Puan memaparkan, Indonesia saat ini dihadapkan pada fenomena meroketnya harga sejumlah komoditas. Sektor energi menjadi sorotan utama, di mana pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Selain itu, harga LPG non-subsidi juga dilaporkan meroket hingga 18 persen, menyusul kelangkaan stok LPG subsidi yang meluas di berbagai daerah.

Tak hanya energi, harga minyak goreng juga terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh menguatnya harga bahan baku utamanya, minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), di pasar global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga minyak goreng terjadi di mayoritas wilayah Indonesia pada pekan ketiga April 2026. Sebanyak 207 kabupaten/kota atau 57,5 persen wilayah melaporkan adanya kenaikan. Rata-rata harga nasional minyak goreng tercatat naik dari Rp 19.358 menjadi Rp 19.592 per liter. Namun, di beberapa daerah, seperti Kabupaten Intan Jaya, Papua, harga minyak goreng bahkan mencapai Rp 60.000 per liter.

Dampak Langsung ke Rumah Tangga

Menanggapi kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia, Puan menekankan pentingnya melihat persoalan ini dari sudut pandang yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Perubahan harga kebutuhan pokok langsung memengaruhi ruang belanja harian rumah tangga,” jelasnya.

Bagi banyak keluarga, minyak goreng merupakan komoditas yang tidak dapat ditunda pembeliannya. Oleh karena itu, kenaikan harganya dirasakan sangat membebani, terutama bagi rumah tangga dengan anggaran pengeluaran yang ketat. Puan menambahkan, setiap kenaikan harga langsung mengubah komposisi pengeluaran harian, memaksa kebutuhan pokok mengambil porsi yang lebih besar dari anggaran belanja mereka.

“Karena itu setiap kenaikan harga langsung mengubah komposisi pengeluaran harian, dan dampak bagi masyarakat adalah bagaimana satu kebutuhan pokok mulai mengambil porsi lebih besar dari belanja harian mereka,” kata Puan.

Beban Ganda Akibat BBM dan LPG

Lebih lanjut, Puan menyoroti bahwa kenaikan harga BBM turut menambah beban yang harus ditanggung keluarga. Meskipun kenaikan saat ini baru menyasar BBM non-subsidi, Puan mengingatkan pemerintah untuk tetap cermat mengamati kondisi di lapangan.

Advertisement

“Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi sehingga mereka yang berhak terpaksa membeli BBM non-subsidi yang harganya naik signifikan,” ucapnya.

Situasi serupa juga terjadi pada pasokan LPG. Puan mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM maupun LPG dipastikan akan memiliki dampak turunan terhadap harga komoditas lainnya, yang pada akhirnya akan memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kondisi yang sama juga terjadi pada LPG. Dan kita ketahui bersama, kenaikan BBM maupun LPG pasti memiliki dampak turunan terhadap harga komoditas lainnya. Ini mempengaruhi daya beli masyarakat,” sambung Puan.

Puan Minta Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Untuk itu, Puan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah pengendalian harga yang efektif. Ia khawatir jika tidak segera ditangani, kenaikan harga ini dapat memicu ekspektasi kenaikan harga barang lain di pasar, yang akan semakin menambah beban masyarakat yang sudah berada dalam kondisi ekonomi berat.

“Jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan ini dapat memicu ekspektasi kenaikan barang lain di pasar. Ini akan menambah beban masyarakat yang sudah dalam kondisi ekonomi berat,” tegasnya.

Selain itu, Puan mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memitigasi situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, khususnya dalam hal menjaga ketersediaan dan stabilitas harga BBM, LPG, serta minyak goreng.

“Pemerintah harus bisa memitigasi kesiapan terkait dengan harga BBM dengan sudah adanya kenaikan ini, ditambah sekarang LPG dan juga minyak goreng juga naik harganya,” imbuh Puan.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2026/04/22/17091741/puan-lonjakan-harga-energi-dan-kebutuhan-pokok-memberatkan-rakyat

Advertisement