Money

Luhut: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Gejolak Dunia

Advertisement

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Proyeksi tiga bulan ke depan memperlihatkan aktivitas ekonomi yang tetap stabil, memungkinkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terkendali.

“Pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia sebenarnya masih berada dalam posisi yang terjaga dalam tiga bulan ke depan,” ujar Luhut seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, seperti dikutip dari Kontan, Rabu (22/4/2026).

Pemerintah berupaya keras menjaga defisit APBN di bawah ambang batas 3 persen melalui penekanan pengeluaran belanja negara di berbagai sektor. Upaya efisiensi ini diperkuat oleh peningkatan penerimaan negara dari ekspor komoditas unggulan seperti batu bara dan minyak sawit.

“Kita dibantu dengan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit,” ungkapnya.

Stabilitas ekonomi ini turut berkontribusi pada tertahannya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yang secara langsung berdampak pada keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Kondisi ini diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik minat investor asing. Salah satu inisiatif yang tengah digagas adalah pembentukan Indonesia Financial Center untuk memfasilitasi masuknya modal global.

“Diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan,” tegas Luhut.

Investasi Asing Mengalir Deras

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi masuknya investasi signifikan dari tiga negara besar: Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang. Jepang dilaporkan menanamkan modal mendekati 30 miliar dollar AS (sekitar Rp 514 triliun), disusul Korea Selatan dengan 10 miliar dollar AS (Rp 171 triliun), sementara Tiongkok terus menunjukkan komitmen investasi yang konsisten.

Advertisement

Realisasi investasi untuk periode 2025-2029 ditargetkan mencapai Rp 13.000 triliun. Rosan optimis target tersebut dapat tercapai.

“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” jelas Rosan, mengutip Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Menurut Rosan, meskipun dunia tengah dilanda gejolak, minat investasi ke Indonesia tetap tinggi. Pelaku usaha global memandang optimis prospek keuntungan jangka panjang dari penanaman modal di Indonesia.

“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” ujarnya.

Pemerintah berharap tren positif ini terus berlanjut, mendatangkan lebih banyak investor ke Indonesia, sembari menanti meredanya ketegangan global.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/22/210000226/luhut–pertumbuhan-ekonomi-indonesia-solid-di-tengah-gejolak-dunia

Advertisement