UPN Veteran Jawa Timur berhasil mengidentifikasi seorang joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada hari pertama, Selasa (21/4/2026). Modus operandi yang digunakan oleh joki kali ini terbilang baru, yakni dengan sengaja datang terlambat.
Koordinator Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Eka Prakarsa, menjelaskan bahwa joki tersebut datang mendekati waktu ujian dimulai, dengan harapan petugas pengawas lengah dan tidak melakukan pemeriksaan secara maksimal. “Dia datang tergesa-gesa saat semua peserta sudah masuk dan mendekati waktu ujian, harapannya pengawas lengah, tidak melakukan screening dengan maksimal dan dia tetap bisa dipersilahkan masuk mengikuti ujian,” ungkap Eka, dikutip dari situs UPN Veteran Jawa Timur, Rabu (22/4/2026).
Meskipun datang terlambat, sesuai prosedur baku dari Panitia Pusat UTBK, peserta tetap diizinkan mengikuti ujian selama waktu pengerjaan belum dimulai. Proses pemeriksaan meliputi ruang transit dan ruang ujian, di mana dilakukan pemeriksaan fisik (body checking) dan verifikasi dokumen.
Perbedaan Wajah Menjadi Kecurigaan Awal
Saat pemeriksaan di ruang transit, petugas pengawas mulai merasakan keraguan ketika melakukan verifikasi dokumen dan pencocokan wajah. “Karena kedatangannya mepet dengan waktu ujian, pengawas langsung mengarahkan pelaku ke ruang ujian dengan prosedur tetap melakukan body checking, dan verifikasi dokumen sebagai prosedur minimal, begitu datanya sama, kita persilahkan memasuki ruang ujian,” jelas Eka.
Kecurigaan semakin menguat saat pengawas menyadari adanya perbedaan antara foto pada data peserta dengan orang yang hadir. “Dari awal masuk ruang pemeriksaan, peserta menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia sering menutupi wajah lalu kita lakukan kroscek identitas dan ternyata berbeda,” tutur Eka.
Kasus Diserahkan ke Pihak Berwenang
Temuan joki ini segera dilaporkan kepada Ketua Pelaksana UTBK UPN Veteran Jatim untuk diproses lebih lanjut. Ketua Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Euis Nurul Hidayah, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Panitia Pusat UTBK. Pelaku akan ditindak sesuai ketentuan baku dari panitia pusat.
“Kami sudah memetakan potensi-potensi kecurangan sejak awal. Pemetaan itu kami kaji dari evaluasi pelaksanaan UTBK dan isu-isu di tahun-tahun sebelumnya, sehingga kita kuatkan melalui sistem keamanan dalam pelaksanaan UTBK,” kata Euis.
Euis menambahkan bahwa kasus ini bukanlah yang pertama terjadi di UPN Veteran Jawa Timur. Pada tahun 2022, kampus tersebut juga pernah mengungkap adanya sindikat pelaku kecurangan UTBK. Sejak kejadian tersebut, UPN Veteran Jawa Timur terus berupaya meningkatkan dan memperketat pengawasan pelaksanaan UTBK.
Kecurangan yang ditemukan pada UTBK 2026 di UPN Veteran Jawa Timur ini merupakan salah satu dari beberapa kasus yang terdeteksi di enam perguruan tinggi negeri pada hari pertama sesi pertama penyelenggaraan.
Fasilitas dan Kesiapan UPN Veteran Jawa Timur
Dalam penyelenggaraan UTBK tahun ini, UPN Veteran Jawa Timur melayani total 10.339 peserta dari berbagai daerah. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan ujian, pihak kampus telah menyiapkan 680 komputer, dengan tambahan 10 persen dari jumlah tersebut sebagai komputer cadangan di setiap sesinya.
Selain itu, UPN Veteran Jawa Timur juga menugaskan tim yang terdiri dari 30 orang teknisi terlatih dan 210 orang pengawas terlatih untuk mengawal jalannya UTBK.






