Global

Wapres AS Batal ke Pakistan Usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Advertisement

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, terpaksa membatalkan agenda perjalanannya ke Islamabad, Pakistan, tanpa batas waktu yang jelas. Keputusan mendadak ini diambil menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, seraya menanti proposal konkret dari Teheran.

“Perjalanan yang dijadwalkan pada hari Selasa (21/4/2026) dibatalkan tanpa penjadwalan ulang,” ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada The Wall Street Journal, Rabu (22/4/2026). Pejabat tersebut menambahkan bahwa jadwal kunjungan selanjutnya akan diumumkan kemudian oleh Gedung Putih.

Sebelumnya, Presiden Trump menunjuk JD Vance sebagai negosiator utama dalam upaya dialog dengan Iran. Ia didampingi oleh menantunya, Jared Kushner, dan Utusan Khusus Steve Witkoff dalam misi tersebut.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Secara Sepihak

Keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran datang secara tiba-tiba. Padahal, sebelumnya ia sempat menyatakan enggan melanjutkan kesepakatan tersebut dan mengindikasikan kemungkinan untuk melanjutkan konflik.

Melalui akun media sosialnya, Truth Social, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tersebut hingga Iran mengajukan usulan yang konkret. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengendurkan tekanan militer.

Ia memastikan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan. “Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” tulis Trump di Truth Social.

Advertisement

“Oleh karena itu, (saya) akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara,” lanjutnya. Trump mengklaim bahwa kebuntuan dalam proses dialog ini dipicu oleh gejolak internal dalam pemerintahan Iran.

Respons Iran: Tuduhan Penguluran Waktu

Sementara itu, pihak Iran merespons perpanjangan gencatan senjata tersebut dengan nada skeptis. Iran menuding langkah AS ini hanyalah taktik untuk mengulur waktu guna melancarkan serangan mendadak.

“Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas berarti mengulur waktu untuk serangan mendadak. Sudah saatnya Iran mengambil inisiatif,” kata Mahdi Mohammadi, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Mohammadi menambahkan, “Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak berarti apa-apa.” Menurutnya, Amerika Serikatlah yang justru mengalami kerugian dalam konflik ini. Ia juga menuduh AS telah melanggar gencatan senjata dengan memberlakukan blokade terhadap Iran.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2026/04/22/104428770/wapres-as-batal-ke-pakistan-usai-trump-perpanjang-gencatan-senjata

Advertisement