Homey

Warna yang Harus Dihindari saat Mengecat Area Dapur, Saran dari Desainer

Advertisement

Memilih warna cat untuk area dapur merupakan salah satu keputusan krusial dalam desain interior, mengingat dapur sering kali menjadi pusat aktivitas dan kehangatan dalam sebuah hunian. Namun, para desainer interior profesional menyarankan untuk berhati-hati dan menghindari beberapa nuansa warna tertentu agar suasana dapur tetap nyaman dan estetik.

Dikutip dari laman House Beautiful, warna-warna yang terkesan mencolok atau terlalu kaku justru berpotensi merusak kenyamanan dan kehangatan yang seharusnya tercipta di dapur.

Warna-Warna yang Sebaiknya Dihindari di Dapur

Para desainer sepakat bahwa pemilihan warna yang tepat dapat memengaruhi suasana hati dan pengalaman saat berada di dapur. Berikut adalah beberapa warna yang disarankan untuk dihindari:

1. Kuning Terang (Bright Yellow)

Warna kuning yang sangat jenuh, menyerupai warna bus sekolah, dapat memberikan efek yang berisiko jika diaplikasikan secara berlebihan di dapur.

“Warna kuning yang sangat jenuh ini bisa menjadi aksen yang manis jika digunakan dalam jumlah kecil. Namun, jika digunakan secara berlebihan, efeknya akan berubah,” ujar Darla Bankston May, desainer utama di Bankston May Associates.

Menurut Bankston May, dapur dengan dominasi warna kuning terang berpotensi terasa terlalu “berisik”, melelahkan secara visual, bahkan dapat memicu stres bagi penghuninya.

2. Putih Pucat yang Kaku (Stark White)

Meskipun dapur bernuansa serba putih sering dianggap klasik, terdapat batasan tipis antara kesan bersih dan dingin.

Kelly Neely, pendiri Kelly Neely Interiors, memberikan peringatan agar tidak memilih warna putih yang terlalu pucat atau kaku.

“Dapur putih memang abadi, tapi jika terlalu putih, ruang tersebut bisa terasa dingin. Padahal, dapur biasanya menjadi pusat kehangatan di rumah,” jelas Neely.

3. Warna Neon dan Fluorescent

Warna-warna seperti kuning kenari atau chartreuse, meskipun terlihat unik, disarankan untuk dihindari pada area kabinet dapur.

Ryan Mills, desainer dari Mark Kennamer Design, berpendapat bahwa dapur seharusnya memancarkan kenyamanan dan kehangatan.

Advertisement

“Dapur adalah tentang kenyamanan, kehangatan, dan tempat berkumpul. Warna neon bisa terasa sangat kacau dan berlebihan,” kata Mills.

Mills justru menyarankan penggunaan warna netral yang lembut, variasi putih yang berlapis (layered whites), atau warna-warna bumi yang lebih tenang untuk menciptakan suasana dapur yang lebih nyaman.

4. Merah yang Terlalu Pekat

Warna merah yang sangat jenuh dapat terasa terlalu dominan di ruangan yang seharusnya bersifat menyambut.

Marissa Stokes, pendiri Marissa Stokes Interior Design, menjelaskan bahwa dapur akan terlihat lebih menawan dengan palet warna netral yang lembut atau nada redup (muted tones).

“Warna-warna tersebut membiarkan aktivitas memasak dan kehidupan di dalam dapur menjadi pusat perhatian utamanya,” ungkapnya.

5. Hijau Limau (Lime Green)

Warna hijau limau yang mencolok seringkali memberikan kesan desain komersial ketimbang suasana rumah tinggal.

Libby Baker, pendiri Baker Design Co., menegaskan bahwa ia tidak akan pernah memilih warna ini untuk dapur.

“Mengecat dapur dengan warna hijau limau akan menciptakan pengalaman yang terlalu menstimulasi indera secara berlebihan. Itu akan terasa mengganggu saat waktu makan tiba,” tutur Baker.

Sumber: http://www.kompas.com/homey/read/2026/04/21/190000376/warna-yang-harus-dihindari-saat-mengecat-area-dapur-saran-dari-desainer

Advertisement