Kisah Pak Prabowo di Bukit Hambalang Menjadi Pendekar
Kisah Pak Prabowo di Bukit Hambalang Menjadi Pendekar

Kisah Pak Prabowo di Bukit Hambalang Menjadi Pendekar

Harianlampung.co.id – Dalam bepergiannya Pak Prabowo ke kampungnya yang bertempat di Bogor, Jawa Barat sangat mengeasankan. Saat beliau pergi daerah Bogor, Jawa Barat tepatnya di desa Hambalang ternyata harus naik bukit tinggi sekali, jarang orang yang mau dan menemui Pak Prabowo ke daerah Hambalang tersebut atas dasar jauh dan berbukit.

Akan tetapi pengakuan Pak Prabowo bagi sahabat yang benar – benar ingin menemuinya pasti akan datang menemuinya, dan bagaimana kisah yang mengesankan di daerah Hambalang tersebut yang notebennya senernya adalah sebagai pendekar didesanya. Berikut Kisah Pak Prabowo di Bukit Hambalang Menjadi Pendekar yang Harianlampung.co.id lansir melalui situs Detik.com;

  • “Terima kasih saudara-saudara telah berkorban datang ke tempat nun jauh ini di atas bukit. Di belakang kita ini adalah Bukit Hambalang. Kampungnya namanya Cigombong, Desa bojong koneng. Kalau Hambalang yang banyak kasus, bukan ini. Itu kampung hambalang. Jauh itu. Saya duluan di sini baru terjadi kasus-kasus di Hambalang. Kalau ini Bukit Hambalang,” kata Prabowo mengawali kisahnya.
  • Diceritakan Prabowo, kediamannya adalah padepokan yang dibangunnya selama 12 tahun. Dulu, kata sosok yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini, tidak ada yang mau naik ke atas bukit tempatnya tinggal.
  • “Jadi saya katakan, kalau ada yang mau cari saya dan dia mau naik ke tempat ini, berarti dia sungguh-sungguh adalah sahabat saya. Orang kalau tanya mau cari Pak Prabowo di Bukit Hambalang, dengarnya saja sudah malas datang,” ucap dia.
  • Dikatakan Prabowo, dirinya sejak kecil dididik jadi pendekar. “Apa itu pendekar? Pendekar itu harus bisa membela dirinya, harus bisa juga membela keluarganya, lingkungannya, dan kemudian dia harus membela kampungnya, dan selanjutnya membela daerahnya, bangsa dan rakyatnya. Itu nilai yang ditanamkan, itu yang saya bawa,” jelasnya.
  • “Juga saya diajarkan, seorang pendekar kalau sudah istilahnya meninggalkan kegiatan duniawi sehari-hari, dia harus naik gunung. Ini ajaran yang saya terima. Saya masuk tentara usia 18 tahun. Saat saya keluar dari tentara, saya waktu itu merasa, oh saatnya saya naik ke gunung,” sambung Prabowo berkisah.

Nah, cerita yang menjadi inspirasi tersebut menjadi hal yang sangat di sukai berbagai banyak masyarakat didesanya, dan karena notabennya menjadi pendekar banyak aspek dari hal tersebut yang mendasari sebagai cikal bakal pemuda Indonesia menjadi sebuah pencitraan yang bail. Bagaimana menurut anda mengenai Kisah Pak Prabowo di Bukit Hambalang Menjadi Pendekar?


Activian Grapiter on facebook
Activian Grapiter
Sebagai seorang penggiat seni tentunya dituntun memiliki gaya berfikir luas dan terbuka, hal tersebut coba saya aplikasikan kedalam hidup dimana kemandirian dari seorang penggiat seni juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bukan hanya dari sisi kesenian, hal tersebut yang membuat saya tertarik untuk terus berinovasi bersama ide yang saya miliki untuk mengembangkan dalam dunia sastra khususnya menulis.

Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *