Wadah plastik menawarkan kepraktisan dalam menyimpan berbagai jenis makanan sehari-hari. Namun, tidak semua makanan aman jika terus-menerus bersentuhan dengan material plastik. Pakar kesehatan dan kebugaran, Dimple Jangda, mengingatkan bahwa beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari penyimpanannya dalam wadah plastik karena berpotensi menurunkan kualitas nutrisi bahkan memengaruhi kesehatan.
Jangda merinci enam kategori makanan yang sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik, berdasarkan temuan yang dilansir dari Times of India pada Rabu (22/4/2026).
Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penyimpanan dalam Wadah Plastik
1. Makanan Asam
Buah-buahan dan sayuran yang memiliki rasa asam, seperti tomat, jeruk, dan berbagai jenis beri, sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik. Jangda menjelaskan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam plastik dapat larut ke dalam makanan ketika bersentuhan, sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan pH alami makanan tersebut.
Lebih lanjut, paparan ini dapat menyebabkan penurunan kandungan vitamin C dan antioksidan hingga 20 hingga 30 persen. “Penggunaan wadah kaca sangat disarankan karena dapat membantu mempertahankan kandungan likopen dan flavonoid,” ujar Jangda. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam mengurangi stres oksidatif dan mendukung penyerapan nutrisi tubuh.
2. Buah Beri dan Ceri
Buah-buahan seperti stroberi, ceri, dan jenis beri lainnya yang dikenal kaya akan vitamin C juga termasuk dalam daftar makanan yang tidak direkomendasikan disimpan dalam wadah plastik. Jangda mengungkapkan bahwa penyimpanan selama satu hari saja dalam wadah plastik dapat mengurangi kandungan vitamin C hingga hampir 50 persen.
Sebagai alternatif yang lebih aman, buah-buahan ini disarankan disimpan dalam wadah yang terbuat dari kaca atau keramik untuk menjaga kesegarannya.
3. Sayuran Hijau
Sayuran hijau dengan kandungan air yang tinggi, seperti bayam, kangkung, ketumbar, daun kari, daun ketumbar, kelor, dan spirulina, juga rentan mengalami penurunan kualitas jika disimpan dalam wadah plastik. Jangda menyebutkan bahwa plastik dapat membuat sayuran ini lebih cepat layu dan mengalami dehidrasi.
Selain itu, vitamin dan mineral yang larut dalam air, seperti folat dan vitamin K, berpotensi hilang akibat proses penyimpanan tersebut.
4. Makanan Panas
Menyimpan makanan yang baru saja matang atau masih dalam kondisi panas ke dalam wadah plastik juga tidak dianjurkan. Beberapa jenis plastik mengandung bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) dan ftalat. Bahan-bahan ini dapat berpindah ke dalam makanan saat wadah plastik terpapar suhu tinggi, sehingga menimbulkan risiko bagi kesehatan.
5. Makanan Berlemak
Makanan yang kaya akan lemak, seperti minyak zaitun, mentega, ikan, makanan gorengan, serta hidangan yang menggunakan bahan dasar krim, sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik. Jangda menjelaskan bahwa wadah plastik seringkali mengandung aditif yang bersifat lipofilik, yaitu mudah larut dalam lemak. Aditif ini dapat bercampur dengan makanan berlemak, mengubah komposisi dan potensi keamanannya.
6. Daging Merah Mentah
Daging merah mentah termasuk dalam kategori makanan yang tidak disarankan untuk disimpan dalam wadah plastik. Jangda menyoroti bahwa goresan kecil atau pori-pori pada permukaan wadah plastik dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri yang ada pada daging mentah untuk berkembang biak. Hal ini secara signifikan meningkatkan risiko kontaminasi dan keamanan pangan.
“Sebagai alternatif, daging mentah sebaiknya disimpan dalam wadah kaca untuk meminimalkan risiko kontaminasi bakteri,” pungkas Jangda.






