Lifestyle

Cerita Ivany, Sopir Taksi yang Pernah Ditolak Penumpang karena Gendernya

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Ivany Rosaline (45), seorang pengemudi taksi Bluebird, telah membuktikan bahwa gender bukanlah penghalang untuk sukses di profesi yang didominasi pria. Ia kerap menghadapi penolakan penumpang dan risiko keamanan, namun Ivany berhasil menepis stigma tersebut dengan ketegasan dan dukungan dari komunitas serta perusahaan.

“Memang awal-awalnya berat. Agak-agak bingung juga nih gimana nih, tapi seiring waktu ternyata tinggal ikutin alurnya, malah nyaman sampai sekarang,” kata Ivany kepada Kompas.com di Bluebird Group Headquarters, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mematahkan Stigma sebagai “Srikandi Bluebird”

Tantangan terbesar Ivany di tahun pertamanya bekerja adalah penolakan dari calon penumpang. Pesanan sering kali dibatalkan sepihak begitu calon penumpang mengetahui bahwa pengemudi mereka adalah perempuan.

“‘Mbak, maaf ya aku cancel. Saya enggak biasa disetirin cewek’. Langsung di-cancel dong,” ujar Ivany, menceritakan pengalamannya.

Namun, rentetan penolakan tersebut justru memacu adrenalin Ivany untuk membuktikan kemampuannya. Berbekal pengalaman mengemudi sejak Sekolah Menengah Atas, ia tak jarang berhasil mematahkan keraguan penumpang. Bahkan, ketika menghadapi penumpang yang memintanya memacu kendaraan di jalan tol karena terlambat, Ivany mampu memenuhi permintaan tersebut dengan perhitungan yang aman.

Ketegasan Menjaga Batasan

Berada di lingkungan komunal seperti pangkalan taksi di bandara yang dipenuhi ratusan pengemudi pria menuntut Ivany untuk pandai membawa diri. Ia menyadari posisinya sebagai minoritas sangat rawan terhadap tindakan tidak menyenangkan, bahkan pelecehan.

“Gimana kita menjaga marwah kita sebagai perempuan yang bekerja di tengah lingkungan laki-laki. Kita yang tahu harga diri kita. Kita yang tahu batasan-batasan kita,” ucap Ivany.

Ia menerapkan batasan yang sangat tegas untuk melindungi dirinya. Ivany tidak takut menegur jika ada ucapan yang menjurus pelecehan verbal. Sikap konfrontatifnya ini membuatnya dihormati, meskipun banyak yang menilai Ivany sebagai sosok yang galak.

Dukungan Ekosistem Kerja

Ketangguhan mental Ivany di jalan raya mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen yang responsif terhadap pekerja perempuan. Berbagai fasilitas keamanan menjadi alasan utama mengapa ia merasa sangat terjamin.

Advertisement

Salah satunya adalah fasilitas mes khusus perempuan di pangkalan Penggilingan, yang dibangun setelah Ivany mengalami kecelakaan sepeda motor. Fasilitas lain yang diberikan kepada seluruh mitra pengemudi adalah keamanan fisik yang dipantau melalui pelacakan sistem terpusat dan ketersediaan tombol darurat di dalam armada.

Sistem kerja sebagai mitra juga memberikan keleluasaan waktu saat anaknya sakit. Kesejahteraan finansialnya semakin terjamin dengan fasilitas “bon biru”, pinjaman tanpa bunga yang langsung cair saat ia mendesak harus melunasi biaya buku sekolah anaknya.

Solidaritas Sesama “Srikandi”

Di balik struktur sistem kerja, dorongan moral yang kuat datang dari ikatan sesama pengemudi taksi perempuan yang tergabung dalam komunitas Srikandi. Kelompok ini rutin bertukar informasi mengenai pergerakan penumpang dan sigap menyuntikkan semangat ketika salah satu dari mereka sedang kelelahan.

“Bahkan ketika kita berbagi dan saling support gitu sesama Srikandi,” ujar Ivany.

Ivany menceritakan peran penting rekan Srikandi dari pangkalan lain, yakni Ella Rahmawati. Suatu ketika, Ivany merasa hancur dan menangis karena seorang kenalan lama membatalkan janji sewa mobil sepihak demi harga yang lebih murah. Di saat titik terendah itulah, rekannya tersebut tanpa henti menyemangatinya untuk kembali mengejar target.

Solidaritas ini meyakinkannya bahwa aspal Ibu Kota dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Ini bisa menjadi magnet kuat untuk para perempuan pencari nafkah bahwa di Bluebird itu tempat paling aman buat kita bekerja,” ucap Ivany.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/22/141000920/cerita-ivany-sopir-taksi-yang-pernah-ditolak-penumpang-karena-gendernya

Advertisement