JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara mengenai status Khoirudin setelah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Sekretaris Jenderal PKS, M. Kholid, menjelaskan bahwa Khoirudin kini mendapatkan tugas baru di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
Kholid menjelaskan, penugasan ulang ini merupakan bagian dari dinamika partai yang umum terjadi. “Amanah sebelumnya Pak Khoirudin adalah di DPW, dan sekarang beliau mendapat tugas di kepengurusan di DPP,” ujar Kholid kepada Kompas.com pada Rabu (22/4/2026). Posisi Ketua DPW DKI Jakarta yang sebelumnya dijabat Khoirudin kini dilanjutkan oleh Suhud Alynudin.
Menurut Kholid, apa yang dialami Khoirudin adalah contoh dari “tour of duty” atau rotasi tugas yang lazim di partai politik. Ia menegaskan bahwa penugasan di lembaga legislatif seperti DPRD merupakan mandat yang diberikan partai kepada kadernya, mengingat fraksi di DPRD dibentuk atas usulan partai.
Pergantian pucuk pimpinan DPRD DKI Jakarta ini tertuang dalam surat keputusan (SK) terbaru DPP PKS yang mencabut SK sebelumnya mengenai pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029. Khoirudin digantikan oleh Suhud Alynudin.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, turut mengonfirmasi keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa pergantian ini telah melalui pertimbangan matang di tingkat DPP PKS.
“Kalau kami kan di DPW ya, kami sih kalau di PKS prinsipnya ‘sami’na wa atha’na’ gitu. Jadi kalau misalnya emang ada perubahan, ya kami dengar, kami taat,” kata Taufik saat dikonfirmasi pada Selasa (21/4/2026).
Taufik juga memastikan bahwa pergantian jabatan ini tidak dipicu oleh adanya konflik internal dalam partai. Ia menambahkan, “Enggak ada (konflik internal). Ini semata-mata untuk konsolidasi aja. Kami memperbarui untuk kebaikan dari masyarakat juga.”






