DPRD Kabupaten Malang menyatakan akan memantau kinerja Ahmad Dzulfikar Nurrahman, putra Bupati Malang HM Sanusi, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH). Peringatan ini disampaikan oleh Komisi I DPRD menyusul polemik terkait penunjukan tersebut.
Komisi I DPRD Kabupaten Malang telah memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk membahas isu ini. Ketua Komisi I, Amarta Faza, mengungkapkan bahwa meskipun tidak ditemukan pelanggaran dalam proses pengangkatan Dzulfikar, DPRD tetap akan mengawasi kinerjanya.
“Kalau nanti kinerjanya tidak sesuai yang diharapkan, maka bagi kami Komisi I juga bisa memberikan rekomendasi terkait dengan evaluasi. Itu yang menjadi titik fokus pada rapat hari ini,” ujar Amarta Faza pada Selasa (21/4/2026), dilansir dari Kompas.com.
BKPSDM Tegaskan Proses Sesuai Prosedur
Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menegaskan bahwa proses seleksi terbuka untuk jabatan Kadis LH yang melibatkan Ahmad Dzulfikar telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Semua tahapan seleksi tersebut langsung kami laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara realtime,” tutur Nurman, memastikan tidak ada celah kecurangan dalam proses tersebut.
Nurman menambahkan bahwa dari tiga kandidat yang mengikuti seleksi, Dzulfikar secara konsisten menunjukkan nilai unggul, terutama dalam presentasi dan portofolio yang berkaitan dengan bidang lingkungan hidup.
“Misalnya pada saat pemaparan, penguji meminta ia memaparkan dalam bahasa Inggris. Kemudian prestasi serta riwayat akademiknya di bidang lingkungan hidup, Pak Dzulfikar memang mumpuni di bidang itu,” jelasnya.
Salah satu keunggulan Dzulfikar yang disorot adalah penyelesaian studi doktoral (S3) di bidang Ilmu Lingkungan. Ia juga memiliki rekam jejak prestasi di tingkat regional hingga internasional, termasuk pernah menjadi pembicara di luar negeri dalam forum lingkungan hidup.
Anak Bupati Minta Bukti Kinerja
Menanggapi sorotan publik atas pelantikannya, Kadis LH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menyatakan memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pejabat publik.
Dzulfikar menyampaikan permohonan maaf apabila pelantikannya menimbulkan polemik. Namun, ia bertekad akan membuktikan kualitasnya melalui kinerja.
“Saya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun, kecuali dengan kinerja,” ujar Dzulfikar melalui pesan singkat pada Kamis (16/4/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia berkomitmen untuk fokus pada program pengelolaan sampah, peningkatan kualitas layanan, dan program penghijauan. Dzulfikar juga menegaskan bahwa proses pengangkatannya telah melalui tahapan seleksi yang sesuai ketentuan.
“Data dan history prosesnya silakan dilihat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malang,” pungkasnya.






