Money

Greenovation 2026: Upaya Industri Tambang RI Tingkatkan Daya Saing Global

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri pertambangan Indonesia meluncurkan program inovasi bertajuk Greenovation 2026 sebagai upaya strategis untuk meningkatkan daya saing global di tengah tantangan energi dan keberlanjutan. Program ini merupakan kolaborasi antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dan SUN.

Executive Director of Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA) Gita Mahyarani menekankan peran vital sektor pertambangan dalam menopang perekonomian nasional, ketahanan industri, dan rantai pasok. “Di tengah perubahan lanskap global, penguatan daya saing menjadi hal yang relevan untuk terus diperhatikan,” kata Gita dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).

Gita menambahkan, sektor industri, termasuk pengolahan mineral dan smelter, turut berkontribusi pada emisi nasional. Di sisi lain, pemerintah mendorong agenda hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan ketahanan energi. Oleh karena itu, dekarbonisasi sektor tambang perlu dilakukan secara realistis, aplikatif, dan tetap menjaga produktivitas.

Greenovation 2026: Platform Inovasi untuk Pertambangan Berkelanjutan

Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026 dirancang untuk menjadi platform kolaborasi bagi para profesional di sektor pertambangan. Tujuannya adalah menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan energi, efisiensi biaya, produktivitas operasional, serta tuntutan keberlanjutan global.

Kompetisi ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya solusi nyata untuk operasional tambang yang rendah karbon, lebih efisien, dan berdaya saing global. Gita Mahyarani melihat Greenovation sebagai ruang penting untuk pertukaran gagasan, pengembangan teknologi, dan inisiatif dari pelaku industri agar sektor pertambangan Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang secara efisien.

“Greenovation kami lihat sebagai salah satu ruang yang dapat mendorong pertukaran gagasan, pengembangan teknologi, dan munculnya berbagai inisiatif dari pelaku industri, agar sektor pertambangan Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang secara lebih efisien ke depan,” ungkapnya.

Fokus Transformasi Strategis

Greenovation 2026 akan menitikberatkan dua area transformasi paling strategis bagi masa depan pertambangan Indonesia, yaitu:

Advertisement

  • Optimasi bauran energi
  • Efisiensi operasional tambang

Kompetisi ini juga akan memberikan perhatian khusus pada upaya elektrifikasi kendaraan dan alat berat di sektor pertambangan.

Energi sebagai Faktor Penentu Daya Saing

Director of Power SUN, Emmanuel Jefferson Kuesar, menyoroti bahwa energi bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan faktor penentu daya saing dalam industri pertambangan.

“Melalui Greenovation, kami ingin mendorong lahirnya solusi yang mampu mengoptimalkan bauran energi serta menciptakan efisiensi biaya yang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan tambang yang mampu mengelola energi secara lebih cerdas akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika pasar dan tuntutan industri global,” ujar Emmanuel.

Mendorong Ide Kreatif dan Aplikatif

Sementara itu, Director of Mobility SUN, Karina Darmawan, berharap Greenovation dapat memicu lahirnya ide-ide kreatif dan aplikatif dari para praktisi industri tambang.

“Inovasi yang dapat mendukung dekarbonisasi secara nyata dan memberikan dampak pada efisiensi tanpa mengurangi efektivitas produksi layak mendapatkan pengakuan,” tutup Karina.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/22/123900426/greenovation-2026–upaya-industri-tambang-ri-tingkatkan-daya-saing-global

Advertisement