Regional

Gunung Lewotobi Meletus pada Selasa Sore, Tinggi Kolom Abu 1 Kilometer

Advertisement

FLORES TIMUR, KOMPAS.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Selasa sore, 21 April 2026. Peristiwa ini mengakibatkan keluarnya kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1 kilometer dari puncak gunung.

Menurut Nurjansyah Dwi Laksona, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, erupsi tercatat terjadi pada pukul 17.35 Waktu Indonesia Barat (Wita). “Tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ungkap Dwi dalam keterangan tertulisnya pada Selasa petang.

Kolom abu yang membubung ke udara teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan cenderung bergerak ke arah barat. Fenomena ini terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 7.4 mm dan durasi letusan berlangsung selama 1 menit 56 detik.

Menyikapi kondisi ini, Dwi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu. Penggunaan masker atau alat pelindung diri lainnya sangat disarankan guna menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Lebih lanjut, Dwi mengingatkan warga yang berada di sekitar gunung untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. “Kita harus menjaga jarak aman untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Advertisement

Tingkat Aktivitas Level II

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, yang merupakan gunung api tipe strato, berada pada Level II atau “Waspada”. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai.

Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki catatan sejarah erupsi dahsyat. Pada masa lalu, gunung ini pernah mengalami erupsi yang mengakibatkan sembilan korban jiwa. Kejadian tersebut menjadi pengingat akan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.

Ribuan Warga Mengungsi

Dampak dari aktivitas vulkanik ini juga dirasakan oleh ribuan warga yang kini harus mengungsi ke hunian sementara. Mereka berasal dari sejumlah desa yang terdampak langsung oleh erupsi, meliputi Desa Hokeng Jaya, Klantanlo, Nobo, Nawakote, Dulipali, serta dua dusun di Desa Boru.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/21/174320678/gunung-lewotobi-meletus-pada-selasa-sore-tinggi-kolom-abu-1-kilometer

Advertisement