JAKARTA, DETIKCOM – Memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggandeng anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Hilda Kusuma Dewi, menggelar aksi urban farming sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis pangan. Kegiatan ini menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan memberikan contoh bagaimana perempuan dapat diberdayakan untuk menghadapi krisis pangan yang mungkin timbul akibat konflik geopolitik global.
“Motornya pembangunan itu memang empowerment-nya woman, para ibu-ibu. Ketika cuaca sangat luar biasa hari ini, ketahanan pangan kita perlu lebih difokuskan,” ujar Iin saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Tanam Pangan Alternatif
Kegiatan urban farming ini fokus pada penanaman komoditas pangan alternatif yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi perkotaan dan potensi krisis. Komoditas yang ditanam meliputi singkong, ubi, jagung, labu madu, serta sayuran seperti kangkung dan caisim.
Iin Mutmainnah menjelaskan, pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat program ketahanan pangan. Ia menyoroti bahwa singkong dan ubi dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain nasi, dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah sehingga lebih aman bagi kesehatan, khususnya ibu-ibu.
“Hari ini menanam jagung, singkong, dan ubi. Ini adalah bentuk pengganti nasi yang memang hari ini kita harus menguatkan program ketahanan pangan. Karbohidratnya lebih rendah, jadi lebih aman untuk ibu-ibu,” jelas Iin.
Lebih lanjut, Iin menambahkan bahwa gerakan penghijauan dan ketahanan pangan ini akan terus berlanjut hingga Juni 2026. Program ini akan mencakup penanaman tanaman khas Jakarta Barat, seperti labu madu dan melon emas, dengan target panen bersama di akhir tahun.
“Setelah itu nanti kita panennya bareng-bareng di akhir tahun. Urban farming itu tidak sulit, yang penting kemauan dan konsistensi,” tuturnya, menekankan kemudahan dan pentingnya komitmen dalam praktik urban farming.
Peran Perempuan dalam Krisis
Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Hilda Kusuma Dewi, turut menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama di tengah ancaman krisis ekonomi yang mungkin terjadi.
“Kita sebagai perempuan harus siap siaga. Siap siaga dalam hal apa? Tentunya kita siap siaga, tentunya kalau ibu-ibu kan menyikapi kesediaan pangan tentunya,” ujar Hilda.
Hilda menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman dalam kegiatan ini mempertimbangkan kemudahan budidaya di wilayah perkotaan dan masa panen yang relatif singkat, yaitu kurang dari tiga bulan.
“Di Jakarta ini kesuburan tingkat tanahnya untuk menanam padi kan juga cukup sulit ya, kurang. Jadi tanaman pengganti itu cukup mudah dan dalam jangka waktu mungkin kurang dari tiga bulan itu bisa segera kita panen,” kata Hilda.
Menurut Hilda, praktik urban farming juga menawarkan solusi konkret bagi perempuan dalam mengelola ekonomi rumah tangga, terutama saat harga kebutuhan pokok meningkat. Dengan menanam sendiri, keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan sehat sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
“Dengan menanam sendiri, keluarga bisa tetap memenuhi kebutuhan pangan sehat sekaligus menekan pengeluaran,” tuturnya.
Hilda menutup pesannya dengan mengajak perempuan untuk lebih berani mengambil peran aktif dalam memberikan dampak positif dan membawa perubahan melalui kepemimpinan, sejalan dengan semangat perayaan Hari Kartini.






