Pemerintah Belanda mengumumkan paket bantuan senilai hampir 1 miliar euro, atau setara Rp 20,2 triliun, untuk meredam gejolak ekonomi akibat kenaikan biaya energi. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi, baik bagi rumah tangga maupun sektor bisnis.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyesuaian tunjangan perjalanan bebas pajak bagi karyawan. Tunjangan tersebut akan dinaikkan sebesar 0,02 euro, menjadi 0,25 euro atau sekitar Rp 5.050 per kilometer. Kenaikan ini berlaku surut sejak awal tahun ini. Penyesuaian tersebut diperkirakan setara dengan penghematan sekitar 0,30 euro per liter bahan bakar bagi para pekerja.
Langkah Tambahan untuk Meringankan Beban
Selain tunjangan perjalanan, pemerintah Belanda juga akan memangkas separuh pajak kendaraan bermotor untuk van berpelat nomor abu-abu mulai 1 Juli hingga akhir tahun. Kebijakan ini secara khusus ditujukan untuk membantu usaha kecil yang umumnya menggunakan jenis kendaraan tersebut. Lebih lanjut, pajak untuk truk juga akan dihapuskan selama periode yang sama.
Untuk meringankan beban rumah tangga yang paling rentan, dialokasikan dana sebesar 195 juta euro untuk Dana Darurat Energi. Tambahan 180 juta euro akan disalurkan ke dana pemanasan nasional, yang berfungsi menyediakan pinjaman untuk program isolasi rumah dan peningkatan efisiensi energi. Pemerintah Belanda mengonfirmasi bahwa lebih dari 600 juta euro dari total paket bantuan merupakan belanja langsung, sementara lebih dari 300 juta euro berasal dari pengurangan pajak.
Untuk membiayai langkah-langkah stimulus ini, pemerintah berencana menaikkan cukai alkohol sejalan dengan laju inflasi pada tahun depan. Meskipun ada desakan dari parlemen untuk melakukan intervensi langsung terhadap harga bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pemerintah memilih untuk tidak melanjutkannya. Alasannya, kebijakan tersebut dinilai terlalu mahal dan dampaknya terhadap harga bahan bakar dianggap terbatas.
Pejabat pemerintah memperkirakan bahwa penurunan harga bahan bakar sebesar 0,10 euro per liter, jika diterapkan, akan membebani anggaran negara sekitar 1 miliar euro. Parlemen Belanda dijadwalkan membahas usulan kebijakan bantuan ini pada Rabu (22/4/2026), dengan mayoritas anggota parlemen diperkirakan akan memberikan dukungan.






