Regional

Tiga Karyawan Perkebunan Karet di Bengkulu Tersambar Petir, Satu Meninggal Dunia

Advertisement

BENGKULU, KOMPAS.com – Peristiwa tragis menimpa tiga karyawan perkebunan karet di Kabupaten Seluma, Bengkulu, pada Selasa (21/4/2026). Ketiganya tersambar petir saat sedang menjalankan aktivitas menyadap karet di Afdeling VI PTPN 01 Regional 07 Unit Pawi, Kecamatan Sukaraja. Insiden ini merenggut satu nyawa, sementara dua lainnya mengalami luka bakar.

Kejadian nahas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kabar duka ini segera menyebar di kalangan masyarakat Desa Padang Pelawi, yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak berwenang.

Ketiga korban yang teridentifikasi adalah Parlan (37), yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian; Fazrul Hamidi (50), yang mengalami luka; dan Idson Susanto (47).

Kapolsek Sukaraja, Iptu Wulan Rachmawati, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi mata. Saat itu, Parlan dan kedua rekannya tengah bekerja menyadap karet ketika hujan deras disertai kilatan petir menyambar mereka.

“Tiba-tiba hujan turun disertai kilatan petir yang cukup besar dan menyambar ketiga korban. Setelah kejadian tersebut didapati korban Parlan meninggal dunia di tempat dengan luka bakar di kepala dan dada,” ujar Iptu Wulan Rachmawati saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, kedua korban lainnya juga mengalami luka bakar di bagian lengan dan kaki.

Menyadari kondisi rekan-rekannya yang terluka parah, Fazrul Hamidi segera bergerak menuju camp 56 untuk memberitahu Hasan. Informasi mengenai adanya pekerja yang tersambar petir ini kemudian diteruskan kepada karyawan PTPN 01 lainnya, yang segera menuju lokasi kejadian.

Advertisement

Korban Idson Susanto dilaporkan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus di Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan intensif. Ia menderita luka parah di lengan kanan dan kaki kiri, serta mengalami sesak napas akibat sambaran petir tersebut.

Sementara itu, jenazah Parlan, korban yang meninggal dunia, langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Perluasan, Kecamatan Sukaraja, menggunakan ambulans NU Kabupaten Seluma.

Pihak keluarga korban Parlan diketahui telah menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah, dan pernyataan resmi penolakan autopsi telah dituangkan dalam surat pernyataan.

Jenazah Parlan dijadwalkan akan dimakamkan pada Rabu (22/4/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Perluasan, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/21/193938578/tiga-karyawan-perkebunan-karet-di-bengkulu-tersambar-petir-satu-meninggal

Advertisement