CIREBON, KOMPAS.com – Kuota haji Kota Cirebon untuk tahun 2026 mengalami penurunan drastis, dari kisaran 335 orang menjadi hanya 182 orang. Kondisi ini berdampak pada calon jemaah yang harus menunggu lebih lama, dengan mayoritas didominasi oleh lansia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, Muhamad Ikbal Sugiana, menjelaskan bahwa total jemaah haji yang akan berangkat tahun ini berjumlah 278 orang. Angka ini mencakup jemaah murni sebanyak 141 orang, cadangan 120 orang, mutasi masuk 16 orang, dan satu orang pembimbing.
“Jumlah jemaah haji Kota Cirebon itu 278 orang. Itu terdiri dari jemaah murni 141 orang, cadangan 120 orang, mutasi masuk sekitar 16 orang dan pembimbing 1 orang,” ujar Ikbal, Selasa (21/4/2026), dikutip dari TribunJabar.id.
Penurunan Kuota Akibat Sistem Waiting List Nasional
Penurunan kuota haji Kota Cirebon ini merupakan salah satu perubahan signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kuota mencapai sekitar 335 orang, kini jumlah tersebut menyusut menjadi hanya 182 orang.
“Kuota kita justru berkurang. Kalau tahun-tahun lalu di kisaran 335-an, sekarang hanya 182,” jelas Ikbal.
Menurut Ikbal, penurunan kuota ini tidak terlepas dari perubahan sistem pengelolaan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Sistem baru tersebut menerapkan mekanisme berbasis daftar tunggu nasional atau waiting list.
“Sekarang sistemnya berdasarkan waiting list. Jadi diambil urut sesuai antrean, agar lebih adil,” katanya.
Dengan sistem ini, pemerintah berupaya menghapus kesenjangan masa tunggu antar daerah yang selama ini cukup mencolok. “Kalau dulu di Cirebon 24 tahun, di daerah lain bisa sampai 46 tahun. Sekarang diseragamkan, rata-rata sekitar 29 tahun,” ujarnya.
Profil Jemaah Haji Tahun Ini: Dominasi Lansia
Dari total jemaah yang akan berangkat, mayoritas didominasi oleh kelompok usia lanjut. Jemaah tertua tercatat berusia 81 tahun atas nama Ibu Salamah.
“Presentasenya memang kebanyakan di atas 60 tahun. Yang paling tua itu 81 tahun atas nama Ibu Salamah,” ucap Ikbal.
Meskipun didominasi lansia, terdapat pula jemaah berusia muda dalam rombongan tahun ini. Tercatat ada dua orang jemaah yang berusia sekitar 20 dan 30 tahun.
Ikbal menjelaskan bahwa dalam konteks ibadah haji, kategori lansia memiliki batasan yang berbeda dibandingkan standar umum. “Kalau di haji, yang disebut lansia itu di atas 80 tahun. Jadi yang di bawah itu masih dianggap muda,” katanya.
Persiapan Keberangkatan Telah Rampung
Seluruh calon jemaah haji dilaporkan telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan keberangkatan. Perlengkapan utama seperti buku manasik hingga koper keberangkatan juga telah didistribusikan.
“Hari ini jemaah sudah bersiap dan perlengkapan sudah didistribusikan. Jadi insyaallah tinggal berangkat saja tanggal 8 Mei,” ujar Ikbal.
Para jemaah dijadwalkan masuk ke embarkasi di Indramayu pada 8 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
“Masuk embarkasi jam 4 sore, kemudian besoknya sekitar jam 14.20 ke bandara dan jam 17.20 mereka take off,” ucapnya.






