BANDUNG, KOMPAS.com – Di tengah hiruk-pikuk peserta dan orang tua yang memadati kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (21/4/2026), Heni Siti (50) tak bisa lepas pandang dari sosok anak keduanya yang melangkah menuju ruang ujian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Wajah Heni, warga Riung Bandung, menunjukkan kegelisahan yang mendalam. Ia mengakui, ketegangan yang dirasakannya menjelang hari ujian justru melampaui kecemasan sang anak. Bahkan, ia mengaku sulit terlelap semalaman memikirkan nasib buah hatinya.
“Deg-degan sekali, mungkin lebih deg-degan daripada anaknya. Enggak bisa tidur malahan. Jadi lebih khawatir,” ujar Heni saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi ujian.
Anak kedua Heni, lulusan SMA Negeri 7 Bandung, dijadwalkan mengikuti sesi kedua UTBK-SNBT 2026. Ia mengincar jurusan akuntansi di Politeknik Negeri Bandung (Polban).
Upaya Maksimal untuk Cita-cita
Heni menceritakan berbagai upaya telah ia lakukan untuk mendukung impian anaknya menembus perguruan tinggi favorit. Selain memastikan sang anak rajin belajar, ia juga tak pernah berhenti memanjatkan doa.
“Iya kalau doa mah terus dipanjatkan. Kalau puasa Senin dan Kamis sudah biasa, ditambah puasa Daud, salat malam juga. Pokoknya semua lancar,” ucapnya penuh harap.
Dukungan tak hanya datang dari keluarga inti. Kakak sang anak, yang kini tidak tinggal serumah, turut memberikan semangat melalui telepon. Sementara di rumah, pembelajaran daring juga tak luput dari perhatian.
“Kakanya support via telepon karena sudah tidak serumah. Kalau di rumah ikut belajar daring,” jelas Heni.
Meskipun diliputi kecemasan, Heni tetap menyandarkan harapan agar putranya meraih hasil yang terbaik. “Mudah-mudahan semuanya sukses lancar,” tutupnya.






