Money

John Ternus CEO Apple Baru: Tantangan AI dan Warisan Tim Cook

Advertisement

Perusahaan teknologi raksasa Apple akan segera memasuki babak baru dalam sejarah kepemimpinannya dengan penunjukan John Ternus sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan Tim Cook. Ternus, yang telah mengabdi di Apple selama 25 tahun, akan menjadi CEO kedelapan dalam sejarah perusahaan. Perjalanan kariernya di Apple dimulai dengan sedikit keraguan, sebuah kontras dengan posisinya saat ini.

John Ternus lulus dari Universitas Pennsylvania pada tahun 1997 dengan gelar di bidang teknik mesin. Selama masa kuliahnya, ia juga aktif sebagai perenang kompetitif. Setelah lulus, ia memulai kariernya sebagai insinyur di Virtual Research, sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada pengembangan headset realitas virtual. Pada tahun 2001, Ternus bergabung dengan Apple sebagai insinyur di tim desain.

Dalam pidato wisudanya di sekolah teknik Universitas Pennsylvania pada tahun 2024, Ternus mengungkapkan bahwa hari pertamanya di Apple adalah pengalaman yang penuh kegembiraan sekaligus menakutkan. “Saya tidak yakin apakah saya pantas berada di sana,” ujarnya, mengutip CNBC. Ia menambahkan, “Orang-orang yang saya temui sangat cerdas dan percaya diri, dan mereka tahu jauh lebih banyak daripada saya, tetapi saya akan selalu bersyukur karena saya tidak takut meminta bantuan ketika saya membutuhkannya.” Proyek pertamanya di Apple adalah perancangan monitor plastik yang dikenal sebagai Apple Cinema Display.

Ternus menggambarkan proses pembuatan monitor tersebut sebagai sesuatu yang sangat detail, melibatkan komponen plastik bening yang besar dan kompleks sebelum Apple akhirnya beralih menggunakan material aluminium. “Setiap pengalaman seperti ini mempertajam kemampuan saya untuk mendekati masalah dari sudut pandang yang berbeda,” katanya kepada para mahasiswa. Perjalanan kariernya di Apple terbilang panjang dan progresif. Pada tahun 2013, Ternus dipromosikan menjadi wakil presiden bidang rekayasa perangkat keras, di mana ia memimpin pengembangan lini produk utama, termasuk Mac dan iPad. Kemudian, ia mengambil alih tanggung jawab pengembangan iPhone dan menjadi wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras pada tahun 2021. Selama lima tahun terakhir, Ternus telah mengawasi desain dan kinerja berbagai produk baru Apple, seperti iPad dan AirPods. Perannya juga krusial dalam pengembangan chip Apple Silicon, menandai transisi perusahaan dari penggunaan prosesor Intel.

Tantangan AI dan Warisan Tim Cook

Kini, John Ternus akan mengambil alih estafet kepemimpinan dari Tim Cook, yang telah membangun warisan luar biasa selama 25 tahun. Analis Gene Munster dari Deepwater Asset Management menilai kepemimpinan Tim Cook di Apple menyerupai seorang presiden sebuah negara, bukan sekadar perusahaan. Masa jabatannya sebagai CEO yang akan berakhir pada 1 September ini akan dikenang sebagai periode penciptaan nilai yang monumental. Di bawah kepemimpinannya, kapitalisasi pasar Apple melonjak dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS, setara dengan Rp 68,61 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp 17.153 per dollar AS.

Nama John Ternus memang telah lama digadang-gadang sebagai calon penerus Tim Cook. Namun, langkah ini tampaknya terjadi lebih cepat dari perkiraan banyak pihak terkait pergantian kepemimpinan.

Investor Puas dengan Kinerja Cook

Para investor Apple dilaporkan telah meraih keuntungan besar selama kepemimpinan Tim Cook. Saham Apple tercatat mengalami kenaikan hampir 20 kali lipat sejak ia menjabat, sementara indeks S&P 500 hanya naik sekitar enam kali lipat dalam periode yang sama. Sebagian besar analis industri mengaitkan kesuksesan Cook bukan pada inovasi produk semata, melainkan pada ketelitian dan disiplin keuangannya. Cook dikenal sebagai pakar operasional di Silicon Valley, yang berhasil merombak rantai pasokan Apple setelah bergabung pada 1998 sebagai wakil presiden eksekutif penjualan dan operasional global. Saat itu, Apple berada di ambang kebangkrutan. Ia kemudian menjadi salah satu orang kepercayaan Steve Jobs dan diangkat menjadi kepala operasional pada 2005, dua tahun sebelum peluncuran iPhone.

Advertisement

Cook juga berhasil memanfaatkan popularitas iPhone yang terus mendominasi pasar ponsel pintar selama hampir dua dekade. Ia juga dipuji karena melakukan diversifikasi bisnis Apple dan memanfaatkan basis pengguna perusahaan yang sangat besar, yang kini mencapai 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia.

Pekerjaan Rumah John Ternus di Bidang AI

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi John Ternus sebagai CEO baru Apple adalah membuktikan kemampuan perusahaan dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Apple dinilai tertinggal dibandingkan dengan raksasa teknologi lainnya dalam pengembangan AI. Meskipun Tim Cook dinilai sukses sebagai CEO, ia meninggalkan kekosongan signifikan di area AI.

Dengan kepergian Cook, Apple menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu rantai pasokan yang diperumit oleh ketegangan geopolitik dan lonjakan harga memori akibat permintaan besar untuk pengembangan AI. Bagi Ternus, mendorong perusahaan lebih dalam ke ranah AI menjadi aspek terpenting dari tugas barunya.

Sejauh ini, Apple mengadopsi strategi pengembangan AI yang lebih hemat modal dibandingkan dengan Microsoft, Google, Amazon, dan Meta. Meskipun Apple berinvestasi miliaran dollar AS per tahun dalam belanja modal untuk pusat data dan chip AI, perusahaan masih mengandalkan model dasar AI dari pihak ketiga, seperti Gemini milik Google, untuk mendukung fitur-fitur AI-nya, termasuk peningkatan pada Siri yang diharapkan rilis akhir tahun ini.

Pada tahun 2024, Apple meluncurkan Apple Intelligence, yang mencakup fitur generator gambar, pengubah teks, kemampuan meringkas notifikasi, dan integrasi dengan ChatGPT dari OpenAI. Meskipun respons konsumen beragam, Apple terus mencatat penjualan iPhone yang kuat, dan pengguna mendapatkan berbagai pilihan AI di perangkat mereka yang berasal dari berbagai perusahaan. Apple bertaruh bahwa dalam beberapa tahun ke depan, beban kerja komputasi berat akan berjalan pada chip di dalam ponsel. Keyakinan ini didukung oleh integrasi kemampuan AI ke dalam perangkat mereka sejak tahun 2017.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/22/104800126/john-ternus-ceo-apple-baru–tantangan-ai-dan-warisan-tim-cook

Advertisement