Megapolitan

Kali Bekasi Jadi “Sarang” Ikan Sapu-sapu, Penangkapan Massal Juni 2026

Advertisement

BEKASI, KOMPAS.com – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengidentifikasi Kali Bekasi sebagai salah satu habitat utama ikan sapu-sapu di wilayahnya, menyusul kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Harris saat mendampingi kegiatan susur sungai di Delta Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Selasa (21/4/2026). Ia menyebutkan bahwa meski populasi ikan sapu-sapu di Bekasi belum sebanyak di DKI Jakarta, jumlahnya terus meningkat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

“Kali Bekasi termasuk sarangnya ikan sapu-sapu. Tapi karena ketinggian kali cukup bagus, jadi ikannya tidak muncul ke permukaan,” ujar Harris kepada awak media di kawasan Delta Pekayon.

Lebih lanjut, Harris menyoroti potensi bahaya ikan sapu-sapu tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia. Ia mengkhawatirkan adanya oknum yang memanfaatkan ikan tersebut sebagai bahan olahan makanan.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu dalam bentuk apapun, termasuk olahan. “Ini sangat berbahaya karena itu mengandung racun jika dikonsumsi. Apalagi dikhawatirkan diolah menjadi makanan seperti cilok, bakso, atau siomay,” tegasnya.

Harris juga meminta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku dalam produk makanan mereka.

Advertisement

Penangkapan Massal Direncanakan Juni 2026

Menanggapi masalah ini, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menginformasikan bahwa penanganan populasi ikan sapu-sapu akan difokuskan saat debit air sungai menurun pada bulan Juni 2026.

“Ketika nanti bulan Juni air surut, itu kesempatan terbaik untuk mengangkat ikan sapu-sapu, ditangkap dan dimusnahkan,” kata Puarman. Ia menambahkan bahwa metode penangkapan manual menggunakan jaring dinilai menjadi cara paling efektif untuk mengendalikan populasi spesies invasif ini di aliran sungai.

Sebagai perbandingan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu berskala besar di lima wilayah kota administrasinya pada Jumat (17/4/2026). Operasi yang digelar serentak di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara ini berhasil mengumpulkan lebih dari satu ton ikan sapu-sapu.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/21/18135611/kali-bekasi-jadi-sarang-ikan-sapu-sapu-penangkapan-massal-juni-2026

Advertisement