Hype

Kylie Jenner Digugat Mantan ART, Dituduh Lakukan Diskriminasi dan Lingkungan Kerja Toksik

Advertisement

Kylie Jenner menghadapi tuntutan hukum dari mantan asisten rumah tangga pribadi (ART) yang mendakwa adanya diskriminasi ras, agama, dan asal negara, serta lingkungan kerja yang toksik dan pelecehan. Gugatan ini diajukan oleh Angelica Vazquez pada 17 April 2026, yang juga turut menyeret dua perusahaan yang diduga terlibat, yaitu Tri Star Services dan Maison Family Services.

Vazquez, yang bekerja di kediaman Jenner di Hidden Hills, California, dari September 2024 hingga Agustus 2025, mengklaim telah mengalami perlakuan tidak menyenangkan sejak awal masa kerjanya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya seringkali dibebani tugas-tugas terberat dan tidak diinginkan, dikucilkan dari tim, serta dipermalukan di hadapan rekan kerjanya.

Tuduhan Diskriminasi dan Pelecehan

Dalam dokumen gugatan, Vazquez menyatakan bahwa perlakuan diskriminatif yang diterimanya berkaitan erat dengan latar belakang ras, asal negara, dan keyakinan agamanya. Sebagai perempuan asal El Salvador yang menganut agama Katolik, ia mengaku kerap menerima komentar bernada merendahkan terkait status imigrasinya dan keyakinan agamanya. Kondisi ini, menurut Vazquez, menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan cenderung abusif.

Meskipun Kylie Jenner tercantum sebagai salah satu tergugat, gugatan tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan keterlibatan langsung Jenner dalam tindakan-tindakan spesifik yang dituduhkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Jenner belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan.

Vazquez juga menuturkan bahwa laporan keluhannya kepada pihak atasan tidak pernah mendapatkan tindak lanjut. Sebaliknya, keluhan tersebut disebutnya justru diabaikan, bahkan dijadikan objek ejekan.

Advertisement

Dampak Psikologis dan Pengunduran Diri

Situasi di tempat kerja dilaporkan semakin memburuk pada Maret 2025. Vazquez mengaku bahwa seorang supervisor diduga melempar gantungan baju ke arah kakinya saat sedang memarahinya. Insiden ini disebutnya menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan, termasuk kecemasan yang mendalam dan gejala yang mengarah pada gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Selain dampak psikologis, Vazquez juga mengklaim mengalami kerugian finansial akibat perlakuan yang diterimanya. Setelah mengambil cuti medis pada Juli 2025, Vazquez akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebulan kemudian, menyatakan bahwa kondisi kerja yang ada sudah tidak dapat lagi ditoleransi.

Melalui gugatan ini, Angelica Vazquez menuntut ganti rugi yang mencakup upah yang belum terbayarkan, kompensasi atas waktu istirahat dan makan yang tidak diberikan, penggantian biaya kerja yang belum dibayar, hak cuti sakit yang seharusnya ia terima, serta sejumlah kompensasi lainnya.

Sumber: http://www.kompas.com/hype/read/2026/04/22/070000166/kylie-jenner-digugat-mantan-art-dituduh-lakukan-diskriminasi-dan-lingkungan

Advertisement