Regional

Melihat Tradisi Surak Haji di Indramayu, Selalu Dinanti Warga Setiap Tahun

Advertisement

INDRAMAYU, KOMPAS.com – Tradisi unik “surak haji” kembali mewarnai momen keberangkatan ibadah haji di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ribuan warga memadati titik-titik keramaian, khususnya di jembatan Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, pada Senin (20/4/2026) sore, untuk menyaksikan rombongan pengantar jemaah haji melintas sambil melempar uang koin dan kertas.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk turut merasakan kebahagiaan para calon tamu Allah. Karnoto (27), seorang warga setempat, mengaku selalu menantikan momen ini. “Dari tahun ke tahun selalu seperti ini, kalau di sini biasanya di jembatan, saat rombongan lewat pasti pada ngelempar uang recehan (koin), ada juga uang kertas. Lumayan, tahun kemarin saja saya dapat Rp 100 ribu,” tuturnya.

Prosesi ini diawali dengan pelepasan jemaah haji oleh keluarga, sanak saudara, dan kerabat dari rumah masing-masing. Iring-iringan kendaraan pengantar jemaah, yang dalam bahasa lokal disebut ‘nganter lunga kaji’, kerap melempar uang saat melihat kerumunan warga di sepanjang jalan.

Makna Spiritual di Balik Tradisi Surak Haji

Lebih dari sekadar bagi-bagi rezeki, tradisi surak haji ternyata menyimpan makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Indramayu. Warga meyakini bahwa tradisi ini merupakan bentuk sedekah yang diharapkan dapat melancarkan dan mengamankan perjalanan para jemaah menuju Tanah Suci.

“Kalau cerita dari orang tua, surak kayak gini biar selamat sampai tujuan, pulang juga selamat, dan ibadah hajinya diterima Allah SWT,” jelas Karnoto, mengutip pesan para tetua.

Indramayu Jadi Kloter Pertama Pemberangkatan dari Kertajati

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Effendy, menyampaikan kebanggaan atas kesempatan yang diterima Indramayu menjadi kloter pertama pemberangkatan dari Bandara Kertajati. Pada Selasa (21/4/2025), sebanyak 445 jemaah haji telah tiba dan memasuki Asrama Haji Indramayu.

Advertisement

Secara keseluruhan, kuota haji untuk Kabupaten Indramayu tahun ini mencapai 2.722 jemaah, yang akan terbagi dalam sembilan kloter. “Tahun ini sejarah buat kita, kenapa? Biasanya kan kita paling memberangkatkan 1.700-1.800 jemaah, tapi sekarang hampir 3.000 tepatnya 2.722 jemaah. Untuk pemberangkatan juga kita dikasih kehormatan untuk jadi kloter 1, biasanya kita kebagian kloter 5 atau 10, tapi sekarang pertama,” ungkap Effendy.

Effendy juga memastikan kesiapan seluruh petugas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji, mulai dari sisi administrasi hingga akomodasi. Ia pun memohon doa restu dari masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar.

“Alhamdulillah tidak ada kendala pada hari ini. Mohon doanya yang sudah sampai sini mudah-mudahan lancar, ibaratnya bisa pulang kembali,” tutup Effendy.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/21/205458878/melihat-tradisi-surak-haji-di-indramayu-selalu-dinanti-warga-setiap-tahun

Advertisement