Money

Stok BBM Sorong Tahan 20 Hari, Pertamina Klaim Aman

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Ketersediaan ini diklaim mampu bertahan hingga 20 hari ke depan.

Kepastian tersebut disampaikan setelah Komisaris PT Pertamina, Nanik S. Deyang, bersama anggota komisaris lainnya, Hasan Nasbi, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas penyaluran di Sorong pada Selasa (21/4/2026). Fasilitas yang ditinjau meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO 81 984 01 dan agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri.

Evaluasi Lapangan Menemukan Kesiapan Stok

Hasan Nasbi menyatakan bahwa secara umum, pelayanan di SPBU yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani tersebut berjalan baik. Ia juga mengapresiasi ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi. “Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran,” ujar Hasan.

Meskipun demikian, Hasan mencatat beberapa aspek yang masih memerlukan perbaikan. Catatan tersebut mencakup detail seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) di SPBU tersebut.

Peninjauan ke agen LPG non-subsidi juga menunjukkan hasil positif. Pasokan elpiji dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan. Hasan memperkirakan, ketersediaan elpiji saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari ke depan, dengan mekanisme pengisian ulang yang terus berjalan sebelum stok menipis.

“Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” kata Hasan, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi di Sorong.

Advertisement

Program BBM Satu Harga Berikan Rasa Aman

Dalam kesempatan yang sama, Nanik S. Deyang menyoroti kondisi masyarakat Sorong yang tetap kondusif, bahkan di tengah dinamika kenaikan harga energi global. Ia menilai bahwa stabilitas pasokan energi yang dijaga oleh Pertamina memberikan dampak positif yang signifikan terhadap situasi sosial ekonomi di wilayah tersebut.

“BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” ungkap Nanik.

Nanik juga membandingkan ketahanan stok BBM di Sorong dengan wilayah Jawa. Menurutnya, stok BBM di Sorong jauh lebih tinggi, mencapai sekitar 20 hari, sementara rata-rata stok di Jawa hanya sekitar 10 hari. “Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat. Harapannya bukan hanya di Sorong, tetapi di seluruh wilayah Papua juga aman stoknya,” imbuhnya.

Sumber: http://money.kompas.com/read/2026/04/22/173403626/stok-bbm-sorong-tahan-20-hari-pertamina-klaim-aman

Advertisement