Tren

Trump Terus Lanjutkan Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Usai Perpanjang Gencatan Senjata

Advertisement

WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa blokade yang diberlakukan militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlanjut, meskipun ada perpanjangan gencatan senjata. Keputusan ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (21/4/2026), beberapa jam sebelum batas waktu gencatan senjata berakhir.

Blokade tersebut secara spesifik menargetkan kapal-kapal yang berusaha memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran. Jika ditemukan kapal yang terkait dengan Iran mencoba melanggar blokade, militer AS diperintahkan untuk mengarahkannya kembali ke pelabuhan asal.

“Mengingat bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami perpecahan yang parah, hal yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun usulan yang terpadu,” ujar Trump, mengutip laporan The Guardian.

Trump menambahkan, “Oleh karena itu, saya telah memerintahkan angkatan bersenjata kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siaga dan siap, serta akan memperpanjang gencatan senjata hingga usulan mereka diajukan dan pembicaraan selesai, bagaimanapun hasilnya.”

Trump Klaim Iran Rugi Miliaran Dolar Per Hari

Presiden Trump mengklaim bahwa blokade militer AS telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi Iran. Ia memperkirakan kerugian harian Iran mencapai 500 juta dolar AS, atau setara dengan Rp 8,58 triliun.

“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup; mereka ingin selat itu tetap terbuka agar mereka bisa meraup 500 juta dolar AS per hari (yang berarti, itulah jumlah yang akan mereka rugi jika selat itu ditutup!),” tulis Trump di Truth Social, dilansir dari Euronews.

Lebih lanjut, Trump berpendapat bahwa klaim Iran yang ingin menutup Selat Hormuz hanyalah upaya “menjaga muka” karena AS telah berhasil memblokirnya.

Pertemuan Keamanan Nasional dan Keputusan Lanjutan

Keputusan untuk melanjutkan blokade dilaporkan diambil setelah pertemuan tim inti keamanan nasional Trump di Gedung Putih pada Selasa (21/4/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis selanjutnya terkait Iran.

Beberapa pejabat yang hadir antara lain JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard tidak termasuk dalam daftar peserta.

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, Trump dan timnya memutuskan untuk terus menekan Iran melalui mempertahankan blokade. Langkah ini dinilai dapat mengurangi daya tawar Iran, terutama setelah mereka menutup Selat Hormuz.

Blokade Dianggap Kunci Kesepakatan

Trump menolak kemungkinan mencabut blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran, dengan alasan bahwa kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri permusuhan tidak akan tercapai jika blokade tersebut diakhiri.

“Empat hari yang lalu ada orang yang mendatangi saya dan berkata, ‘Pak, Iran ingin membuka Selat itu, segera’,” ujar Trump. “Tapi kalau kita melakukan itu, tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan seluruh negaranya, termasuk para pemimpinnya!” imbuhnya.

Latar Belakang Konflik AS-Iran

Konflik AS-Iran yang terbaru ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Serangan balasan dari Iran segera menyasar pangkalan militer AS di negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, serta wilayah Israel.

Menyusul eskalasi tersebut, Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan minyak negara-negara Teluk. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah berupaya menggulingkan kepemimpinan Iran selama puluhan tahun.

Presiden Trump sendiri memberikan alasan yang berubah-ubah mengenai keterlibatan AS dalam perang bersama Israel, serta perkiraan durasi konflik, yang menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Saat ini, Pakistan telah berhasil memediasi kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Sumber: http://www.kompas.com/tren/read/2026/04/22/163000465/trump-terus-lanjutkan-blokade-as-terhadap-pelabuhan-iran-usai-perpanjang

Advertisement