Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, mendesak perbaikan trafo genset di kantornya yang terbakar akhir 2025 lalu harus segera dikebut dan diselesaikan pada tahun ini. Permintaan ini disampaikan menyusul proses pembahasan rencana perbaikan yang kini tengah bergulir di Komisi A DPRD DKI Jakarta. Pihaknya masih menanti keputusan final dari legislatif.
“Kalau kami paksa sekarang belum tentu bisa, makanya saya berharap bisa pengadaan tahun ini secepat mungkin,” ujar Anwar saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Anwar menjelaskan, pengadaan dana untuk perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat kejadian tak terduga seperti kebakaran memiliki mekanisme berbeda dengan pengadaan rutin. Hal ini dikarenakan sifat kejadian tersebut termasuk dalam kategori force majeure atau musibah.
“Karena kan sifatnya ini force majeure ya, musibah. Ya kan meledak gardu di sebelah itu,” jelasnya.
Akibat insiden tersebut, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan hingga kini belum dapat memanfaatkan fasilitas pendingin ruangan (air conditioner) secara optimal.
Kronologi Kebakaran Trafo Genset
Kebakaran pada ruang genset trafo di gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan, yang berlokasi di Jalan Prapanca Raya, Petogonan, Kebayoran Baru, terjadi pada Minggu (28/12/2025) pagi, sekitar pukul 06.24 WIB.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran di lokasi awalnya mendengar suara ledakan sebelum api terlihat. Sebanyak tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 28 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Beruntung, api berhasil dijinakkan pada pukul 06.50 WIB.
Dampak dan Solusi Sementara
Insiden kebakaran trafo genset ini berdampak langsung pada pasokan listrik yang seharusnya dialirkan untuk sistem pendingin ruangan di kantor tersebut.
Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Selatan, Poulinawati, memastikan bahwa meskipun kondisi cuaca panas, pelayanan publik di kantor wali kota tidak akan terganggu. Saat ini, Pemkot Jaksel telah berkoordinasi dengan PLN untuk menyediakan trafo bergerak guna mengatasi kekurangan pasokan listrik.
“Sejak kejadian itu langsung didatangkan trafo bergerak dari PLN. Cuma kapasitasnya 1.000 KVA. Setelah kita cek, kapasitas itu sepertinya belum cukup untuk membackup seluruh operasional kantor,” ujar Poulinawati pada Senin (19/1/2026).
Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan trafo yang rusak tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.






