Tiga perempuan Indonesia masuk dalam daftar individu terkaya di dunia versi Forbes pada Rabu (22/4/2026). Kekayaan mereka mencapai miliaran dolar Amerika Serikat, berasal dari sektor bisnis yang beragam, mulai dari teknologi, pertambangan, hingga perkebunan kelapa sawit.
Marina Budiman menduduki peringkat teratas sebagai perempuan terkaya di Indonesia. Dengan usia 64 tahun, ia tercatat memiliki kekayaan senilai 6,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 104,73 triliun. Marina merupakan salah satu pendiri dan Presiden Komisaris DCI Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pusat data.
Perjalanan karier Marina di industri teknologi telah dimulai sejak lama. Ia bekerja sama dengan Otto Toto Sugiri di Bank Bali pada 1985. Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan perusahaan teknologi informasi Sigma Cipta Caraka. Pada 1995, Marina turut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Pada tahun 2023, ia dan para pendiri lainnya melepas kepemilikan saham di Indonet.
Profil Perempuan Terkaya Indonesia Versi Forbes 2026
Selain Marina Budiman, dua nama perempuan lain juga menonjol dalam daftar orang terkaya versi Forbes.
Dewi Kam
Dewi Kam menempati posisi kedua dengan kekayaan mencapai 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp 54,94 triliun. Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan saham minoritas di Bayan Resources, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Bayan Resources sendiri dikenal sebagai produsen batu bara terbesar ketiga di tanah air berdasarkan volume penjualan. Namun, kiprah bisnis Dewi Kam tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan batu bara. Ia juga memiliki kepentingan bisnis di sektor pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.
Wirastuty Fangiono
Posisi ketiga ditempati oleh Wirastuty Fangiono, yang berbisnis di sektor perkebunan minyak sawit. Ia memiliki kekayaan sebesar 1,6 miliar dolar AS atau setara Rp 27,48 triliun.
Perempuan berusia 53 tahun ini dikenal sebagai sosok yang mengendalikan FAP Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mencatatkan sahamnya di bursa Indonesia pada 2021. Didirikan pada 1994, FAP Agri kini mengelola lebih dari 110.000 hektare perkebunan kelapa sawit yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Di luar FAP Agri, Wirastuty juga tercatat memiliki kepemilikan saham di First Resources, sebuah perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di bursa Singapura. Perusahaan ini dipimpin oleh adiknya, Ciliandra Fangiono, yang menunjukkan kuatnya peran keluarga dalam mengembangkan jaringan bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit.






