MADINAH — Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Arab Saudi atas implementasi layanan fast track atau Makkah Route. Fasilitas ini secara signifikan mempercepat proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Dengan adanya layanan fast track, jemaah haji yang tiba di bandara Arab Saudi dapat langsung menuju bus tanpa harus melalui proses pemeriksaan imigrasi yang memakan waktu. Hal ini disambut baik oleh Dubes Abdul Aziz.
“Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih pada pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan kita menyalurkan proses-proses keimigrasian dengan cepat melalui fast track, thariq mekah,” ungkap Abdul Aziz saat menyambut jemaah haji kloter Jakarta Pondok Gede (JKG) di hari pertama kedatangan, Rabu (22/4/2026).
Abdul Aziz berharap, layanan fast track ini dapat diperluas jangkauannya sehingga seluruh jemaah haji asal Indonesia dapat merasakannya di masa mendatang. Ia memproyeksikan, dengan optimalisasi fasilitas ini, durasi proses kedatangan jemaah setelah tiba di bandara dapat dipersingkat menjadi kurang dari 30 menit.
Jika terealisasi, seluruh jemaah haji Indonesia nantinya dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel masing-masing setibanya di Arab Saudi. “Untuk saat ini baru separuhnya. Ke depan kita berharap semua jemaah mengalami proses-proses semacam ini (fast track),” ujar Abdul Aziz.
Jemaah Kloter Perdana Tiba di Madinah
Jemaah haji kloter awal yang menjadi penerima manfaat layanan fast track pada hari pertama kedatangan, Rabu (22/4/2026), adalah jemaah asal Jakarta Pondok Gede (JKG). Pantauan Kompas.com di Bandara Madinah, rombongan jemaah ini tiba pada pukul 07.40 Waktu Arab Saudi.
Mereka kemudian diarahkan keluar melalui pintu Terminal Fast Track, sebuah jalur khusus yang membebaskan mereka dari pemeriksaan imigrasi konvensional. Setelah proses tersebut, jemaah langsung naik ke bus yang telah disiapkan untuk diantar menuju hotel mereka di Madinah, yaitu Taiba Front dan Makarem Haram Suites.
“Mereka (jemaah kloter awal) akan sembilan hari berada di Madinah sampai nanti berangkat ke Mekah (puncak haji),” jelas Abdul Aziz.






