JAKARTA, KOMPAS.com – Akses jalan yang buruk menuju Hutan Kota Rawa Malang di Cilincing, Jakarta Utara, menjadi kendala utama minimnya jumlah pengunjung. Koordinator Pengamanan Dalam (Pamdal) Hutan Kota se-Cilincing, Heriyana, menilai perbaikan infrastruktur ini krusial agar potensi kawasan sebagai ruang terbuka hijau dapat dimaksimalkan untuk masyarakat.
“Ya harapannya tentunya agar hutan kota ini bermanfaat maksimal, ya harus dengan akses yang bagus juga ke sini sehingga masyarakat Jakarta Utara bisa sampai ke sini,” ujar Heriyana saat ditemui Kompas.com di Hutan Kota Rawa Malang, Rabu (22/4/2026).
Heriyana menjelaskan, kondisi jalan yang belum memadai membuat Hutan Kota Rawa Malang lebih jarang dikunjungi dibandingkan hutan kota lain di wilayah Cilincing, seperti Hutan Kota Cilincing, Hutan Kota Rorotan, maupun Hutan Kota Sopapura.
“Kalau dibandingkan dengan hutan kota lainnya di Kecamatan Cilincing, yaitu Hutan Kota Cilincing, Hutan Kota Rorotan, apalagi Hutan Kota Sopapura, kunjungan di Hutan Kota Rawa Malang itu paling minim. Mungkin karena akses yang kurang baik,” tuturnya.
Potensi Alam yang Belum Optimal Dimanfaatkan
Kawasan seluas sekitar 5,7 hektare ini sebenarnya memiliki potensi besar sebagai paru-paru kota. Keberadaan pepohonan rindang dan danau yang berfungsi sebagai resapan air menciptakan suasana yang berbeda dari hiruk pikuk Jakarta.
Heriyana menggambarkan, pengunjung Hutan Kota Rawa Malang akan merasakan kesejukan udara dan terhindar dari panas terik ibu kota. “Terasa udara sejuknya, terasa tidak panasnya di bawah rimbunnya pohon. Jadi hal itu kan harusnya sangat bermanfaat untuk masyarakat Jakarta Utara, khususnya mungkin Cilincing,” katanya.
Petugas Hutan Kota Rawa Malang, Saddam, turut menyuarakan harapannya agar pihak terkait segera memperbaiki akses jalan tersebut. “Ya harapannya sih ya semoga dari pihak terkait pemerintah gitu ataupun pemprov, istilahnya instansi yang terkait itu untuk akses jalannya nih bisa diperbaiki, bisa dibagusin. Jadi itu warga bisa lebih nyaman lagi untuk wisata ke sini gitu kan,” ucap Saddam.
Ia menyayangkan potensi wisata yang besar di Hutan Kota Rawa Malang belum dapat dinikmati secara optimal oleh warga karena terbentur masalah aksesibilitas. “Sangat besar sebenarnya, banyak potensi yang sangat besar untuk wisata,” imbuhnya.
Kondisi Jalan yang Rusak
Sebelumnya diberitakan, Hutan Kota Rawa Malang yang berada di tengah kawasan Cilincing ini mulai dibebaskan dan ditanami pohon secara bertahap sejak tahun 2012. Meskipun memiliki area yang luas, kawasan ini masih sepi pengunjung.
Saat Kompas.com mengunjungi lokasi pada Rabu (22/4/2026), kondisi akses jalan menuju Hutan Kota Rawa Malang dipenuhi lubang dan bergelombang. Bebatuan berukuran sedang juga berserakan di sepanjang jalan, memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan.
Hutan Kota Rawa Malang sendiri terletak di ujung jalan yang rusak tersebut. Begitu memasuki area hutan kota, pengunjung akan disambut oleh suasana asri dan sejuk berkat pepohonan rindang yang rapat. Keasrian ini kontras dengan kondisi lingkungan Cilincing yang cenderung panas dan berdebu.






