Regional

Alasan RA Kartini Dimakamkan di Bulu Menurut Juru Kunci: Ada Rumah Singgah Puncak Winahyu

Advertisement

Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi lokasi peristirahatan terakhir pahlawan emansipasi nasional, Raden Ajeng Kartini. Setiap tahun, terutama pada peringatan Hari Kartini 21 April, makam beliau di desa ini ramai didatangi peziarah. Keberadaan makam RA Kartini di Bulu ini seringkali menimbulkan pertanyaan di benak para pengunjung.

RA Kartini, yang lahir di Jepara pada 21 April 1879, kemudian menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Singgih Djoyo Adiningrat. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Rembang pada 17 September 1904, dan dimakamkan di Desa Bulu, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Rembang.

Rumah Singgah “Puncak Winahyu” Menjadi Alasan Pemakaman

Juru Kunci Makam RA Kartini, Wartono, menjelaskan bahwa alasan di balik pemakaman RA Kartini di Desa Bulu terkait dengan keberadaan sebuah rumah singgah yang kini berada di belakang area makam.

“Ya, itu banyak sekali pertanyaan dari para peziarah itu kan,” ujar Wartono saat ditemui wartawan di lokasi makam.

Menurut penuturan Wartono, sebelum area tersebut dijadikan makam, terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai rumah singgah atau vila. Bangunan tersebut diperkirakan sudah ada sejak tahun 1886 dan diberi nama “Puncak Winahyu”.

“Nah, karena dulu sebelum ada makam ini, beliau punya rumah singgah atau mungkin vila ya yang ada di belakang makam ini. Di situ ada bangunan tahun 1886. Namanya Puncak Winahyu,” terang Wartono.

Keberadaan “Puncak Winahyu” inilah yang diyakini menjadi dasar keputusan pemakaman RA Kartini di Desa Bulu. Wartono menambahkan, lokasi tersebut kemungkinan telah memberikan kenyamanan bagi RA Kartini.

Advertisement

“Ya, karena mungkin nyaman dengan tempat ini, ada salah satu istrinya Bapak Bupati dimakamkan di sini, akhirnya jadi makam keluarga,” jelasnya.

Konteks Pernikahan dan Keluarga Bupati Rembang

Wartono lebih lanjut menerangkan bahwa Bupati Rembang, Raden Adipati Singgih Djoyo Adiningrat, sebelum menikahi RA Kartini, telah memiliki istri pertama yang meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Bulu.

“Ya kalau Bu Kartini ini memang permaisuri dari Pak Bupati Rembang. Tapi untuk tepatnya beliau ini permaisuri yang kedua menggantikan yang pertama karena wafat,” kata Wartono.

Ia menambahkan, pernikahan RA Kartini dengan Bupati Rembang hanya berlangsung singkat.

“Jadi permaisurinya yang pertama wafat baru Pak Bupati menikah dengan Raden Adjeng Kartini yang mana Raden Adjeng Kartini sendiri menikah juga enggak lama hanya 10 bulan. Karena 10 bulan setelah menikah beliau melahirkan terus 4 hari kemudian beliau wafat karena pendarahan, jadi Raden Adjeng Kartini wafat usia 25 tahun,” tutup Wartono.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/22/082709278/alasan-ra-kartini-dimakamkan-di-bulu-menurut-juru-kunci-ada-rumah-singgah

Advertisement