Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) membantah keras beredarnya informasi mengenai adanya kapal tanker yang mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) keluar dari Selat Hormuz menuju Indonesia. Bantahan ini disampaikan untuk mengklarifikasi kabar yang beredar di masyarakat.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. “Sejauh ini laporan dari Pertamina dipastikan informasi yang beredar tersebut tidak benar,” ujar Dwi Anggia kepada Kompas.com pada Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut, Dwi Anggia menjelaskan bahwa tidak ada kargo LPG yang sedang dalam perjalanan menuju Indonesia. Ia juga mengklarifikasi bahwa kapal-kapal milik Pertamina yang sempat tertahan di kawasan Teluk Persia tidak mengangkut LPG. “Kapal Pertamina hanya Pride dan Gamsunoro. Tidak ada kargo LPG yang dibawa untuk Indonesia,” tegasnya.
Dua Kapal Tanker Tertahan di Kawasan Teluk Persia
Secara rinci, terdapat dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang memang dilaporkan sempat tertahan di kawasan tersebut. Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
VLCC Pertamina Pride diketahui mengangkut pasokan minyak mentah jenis light crude oil. Muatan kapal ini diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan energi domestik Indonesia.
Sementara itu, Kapal Gamsunoro bertugas melayani kargo yang dimiliki oleh konsumen pihak ketiga atau third party. Hal ini menunjukkan bahwa operasional kapal tersebut tidak terkait dengan pengiriman LPG ke Indonesia.






