Regional

Gunung Lewotobi Erupsi 6 Kali Sejak Selasa Malam, Terakhir Kolom Abu Capai 1.200 Meter

Advertisement

FLORES TIMUR – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mencatat enam kali erupsi sejak Selasa (21/4/2026) malam hingga Rabu (22/4/2026) siang. Ketinggian kolom abu yang dilontarkan bervariasi, mencapai puncaknya 1.200 meter pada erupsi terakhir.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa dari enam kali erupsi tersebut, tinggi kolom abu yang terekam berkisar antara 300 hingga 1.200 meter di atas puncak gunung. Erupsi terbaru terjadi pada pukul 13.53 WITA, dengan kolom abu teramati berwarna kelabu pekat dan condong ke arah barat daya serta barat.

“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat,” ujar Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Rabu, yang dilansir dari Antara.

Rangkaian Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Geologi, rentetan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada waktu-waktu berikut:

  • Selasa, pukul 23.43 WITA
  • Rabu, pukul 03.30 WITA
  • Rabu, pukul 05.13 WITA
  • Rabu, pukul 08.12 WITA
  • Rabu, pukul 10.41 WITA
  • Rabu, pukul 13.53 WITA

Status Waspada, Warga Diminta Menjaga Jarak Aman

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada dalam Status Level II atau Waspada. Sehubungan dengan peningkatan aktivitas ini, Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan.

Rekomendasi tersebut menekankan agar tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko paparan terhadap dampak erupsi.

Advertisement

Selain itu, Lana Saria juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa mewaspadai potensi terjadinya banjir lahar hujan. Potensi ini meningkat terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

“Masyarakat yang terdampak hujan abu diharapkan memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” tegasnya.

Badan Geologi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat. Penting pula untuk tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah daerah diharapkan untuk terus menjalin koordinasi erat dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Koordinasi juga dapat dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, guna memperoleh informasi terkini dan akurat terkait perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2026/04/22/151036578/gunung-lewotobi-erupsi-6-kali-sejak-selasa-malam-terakhir-kolom-abu-capai

Advertisement